oleh

Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Gelar Penyusunan Dokumen Kebijakkan dan Strategi Pengelolaan Sampah

Sekilasindonesia.id ||KOTA METRO – Dinas lingkungan hidup Kota Metro menggelar penyusunan dokumen kebijakan dan strategi pengelolaan sampah di Kota Metro, Kamis (8/9/2022)

Terlihat hadir kepala Dinas lingkungan hidup (DLH) Kota Metro, sekretaris DLH Metro, Kabid pengelolaan sampah, staf DLH Metro, serta narasumber dari kampus Itera

Dikatakan kepala Dinas lingkungan hidup Kota Metro Irianto marhasan menurutnya Salah satu langkah pemerintah untuk menciptakan arah kebijakan dan strategi pengelolaan sampah yaitu dengan menekan peraturan Walikota nomor 44 tahun 2018

“Tentang kebijakan dan strategi daerah dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan Sampah sejenis rumah tangga,” ujarnya

Menurut Irianto marhasan target dan sasaran pengeluaran sampah yang akan diwujudkan di dalam kebijakan dan strategi, membutuhkan dukungan-dukungan

“Selain data yang akurat terkait sampah, dan informasi indikator lain terkait sampah, sehingga dapat menetapkan program kegiatan yang tepat serta memetakan persoalan-persoalan sampah di Kota Metro untuk diselesaikan,” tuturnya

Kadis DLH menjelaskan dengan adanya acara forum diskusi atau forum grup diskusi penyusunan dokumen pengelolaan sampah di Kota Metro berusaha untuk melibatkan unsur perwakilan seluruh elemen masyarakat

“Pengusaha dinas dan instansi terkait untuk memetakan kondisi real terkait pengeluaran sampah yang ada di lapangan dan masyarakat,” katanya

Irianto marhasan berharap dari kegiatan tersebut dapat berinteraksi dan menggali lebih dalam persoalan-persoalan sampah di kota Metro

“Pendapat ide informasi dan kendala apa saja yang Bapak Ibu sekalian terkait dengan sampah sangat dibutuhkan sebagai landasan awal kami pengelola kemampuan strategi dan arah kebijakan peluang sampah yang efektif ini menjadi dasar tenaga penelitian,” jelasnya

Hal yang sama juga dikatakan Kabid pengelolaan sampah Dinas Lingkungan hidup Kota Metro Dedy Alfian dalam giatnya menuturkan giat tersebut bisa terlaksana berkat kerjasama dengan kampus ITERA Bandar Lampung

“Tujuannya untuk Menyusun suatu konsep strategi pengelolaan prasarana dan sarana persampahan dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan akan terciptanya peningkatan kualitas penanganan persawahan dan terlaksananya proses pengurangan persamaan di kota Metro. Peningkatan jumlah penduduk ini menimbulkan banyak konsekuensi yang harus ditanggapi oleh pemerintah daerah termasuk di dalamnya adalah tumpukan sampah perkotaan,” terangnya

Dedy menjelaskan maksud dari kegiatan tersebut untuk membuat suatu arahan kebijakan dan strategi yang terencana bagi segenap pelaku dalam pengelolaan persampahan

“Dengan menerapkan prinsip-prinsip perencanaan (teknis operasional, kelembagaan, pengaturan dan pembiayaan) dan peran serta masyarakat untuk meningkatkan kinerja pengelolaan persampahan di kota Metro,” tandasnya

Dedy menambahkan Kota Metro kini tergolong sebagai kota yang mulai berkembang dengan hiruk pikuk masyarakatnya yang beragam padat. Jumlah kepadatan penduduk di Kota Metro saat ini sebanyak 168.676 jiwa

“Dan menghasilkan sampah yang tertimbun di tempat pembuangan akhir (TPA) sebanyak 103.87 ton/hari (37,912.84 ton/tahun) jumlah tim bulan sampah per harinya dipengaruhi oleh jumlah penduduk semakin banyak penduduk yang menempati suatu wilayah semakin banyak juga sampah yang dihasilkan,” pungkasnya (Ril)