oleh

Sekali Kencan 700 Ribu, Mucikari di Basel Ditangkap Polisi

Sekilasindonesia.id ||BANGKA SELATAN – Tim Panther Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangka Selatan Berhasil Menangkap Tini (22) warga Kecamatan Toboali yang diduga pelaku Mucikari Prostitusi online di salah satu Hotel yang ada di Kota Toboali Kabupaten Bangka Selatan, pada selasa (30/8/2022).

Menurut keterangan yang di sampaikan Oleh Kabag Ops Kompol Harry Kastono seizin Kapolres Bangka Selatan AKBP Joko Isnawan yang di dampingi Kasat Reskrim Polres Basel AKP Chandra Satria Adi Pradana saat Pers Rilis, kamis (1/9/2022) Di halaman Polres Bangka Selatan mengatakan, penangkapan tersangka Tini (22) berawal dari adanya Laporan Masyarakat bahwa di salah satu Hotel Yang ada di kota Toboali Bangka Selatan telah terjadi praktik Prostitusi online.

“Dengan adanya informasi tersebut tim Panther bersama Unit PPA langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan dan langsung melakukan penggerebekan, dan benar di salah satu kamar hotel terdapat pekerja Seks Komersil (PSK) berinisial K yang sedang bersama seorang pria, kemudian polisi langsung mengamankan kedua orang tersebut untuk di mintai keterangan,” Kata Kompol Hary Kartono.

Kompol Hary melanjutkan dari hasil introgasi tersebut, Korban yaitu PSK berinisial K mengaku bahwa transaksi tersebut di lakukan melaui pesan whatsapp oleh tersangka Tini.

” Dari pengakuan korban yakni PSK, bahwa transaksi di lakukan oleh tersangka Tini melaui pesan whatssap, sekali transaksi sebesar 700rb, kemudian dari hasil tersebut korban mendapatkan bagian sebesar 500rb sedangkan Tersangka Tini mendapatkan 200rb,” Jelasnya.

Lalu dari hasil pengembangan tersebut, tim panther satreskrim polres Basel berhasil mengamankan pelaku yang bernama Tini (22) yang di duga mucikari.

Dari kejadian tersebut polisi menetapkan Tini (22) sebagai tersangka, dan dikenakan pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 1 UU No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 30 UU No 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun penjara.

Adapun barang bukti yang berhasil di amankan yakni, 1 buah HP Android, 1 lembar uang pecahan 100rb, 4 lembar uang pecahan 50rb, 1 buah tas merk Chibao warna hitam, 1 unit motor vario warna hitam.

(Riki.s)