oleh

Embay Mulya Syarief Berharap Subsidi Harus Tepat Sasaran

BANTENG,- SEKILAS INDOENSIA – Kementerian Keuangan menyebut anggaran untuk subsidi dan kompensasi tahun 2022 mencapai Rp502,4 triliun sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022.

Jumlah ini meningkat hampir 3 (tiga) kali dari penganggaran awal APBN sebesar Rp152,5 triliun.

Menanggapi hal ini, KH Embay Mulya Syarief Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar mendorong pemerintah segera memperbaiki skema penyaluran subsidi energi untuk bantu sehatkan APBN dan kendalikan inflasi.

Embay juga meminta Pemerintah untuk mengevaluasi penetapan anggaran subsidi energi yang sangat besar tersebut.

Apalagi, sebagian besar anggaran subsidi energi itu, yakni sekitar 80%, dinikmati masyarakat mampu atau orang-orang kaya.

“Pemerintah menginginkan agar subsidi yang sangat besar jumlahnya bisa dinikmati langsung oleh yang berhak yaitu golongan menengah ke bawah,” katanya.

Dari skema perbaikan anggaran ini Embay berharap subsidi menjadi lebih tepat sasaran.

Sehingga beban subsidi dan kompensasi energi dapat dialihkan pada sektor lain yang juga penting. Seperti Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur.

Pemerintah memutuskan harga BBM naik yakni untuk mengurangi beban uang negara dalam menanggung subsidi dan kompensasi.

Pemerintah juga sudah menyiapkan program BLT, subsidi bagi yang gajinya rendah dan subsidi untuk UMKM.

“Yang penting adalah agar pengawasan lebih ketat supaya program – program BLT, subsidi UMKM dan subsidi kepada yang gajinya rendah dapat berjalan dengan semestinya untuk meningkatkan daya beli akibat penyesuaian harga BBM,” harapnya.***