oleh

Ditreskrimsus Polda Babel Usut Kasus Hasil Pekerjaan PUPR Peningkatan Jaringan Layanan Air Bersih Perpipaan SPAM

PANGKALPINANG-Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Babel mengusut kasus hasil pekerjaan proyek Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) peningkatan jaringan layanan air bersih perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp. 75.447.537.000 di Kabupaten Belitung.

Kuat dugaan proyek multi years pemasangan pipa PVC jaringan air bersih Perusahaan Air Minum (PAM) yang dianggarkan Kementrian PUPR tahun anggaran 2020 /2021, dinilai pengerjaannya tidak sesuai kontrak, terkesan asal jadi dan merusak fasilitas umum (fasum).

Kapolda Babel, Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya melalui Dir Krimsus, Kombes Pol Irhamni menegaskan saat ini pihaknya sedang mengusut kasus dugaan tipikor tersebut.

“Masih penyelidikan mencari bukti awal dulu. Kalau sudah ketemu bukti awal ditingkatkan ke penyidikan. Saya belum gelar perkara, saya cek ke penyidik dulu apa saja keluhannya,” kata Pol Moh. Irhamni, Rabu siang (31/8/2022).

Hasil investigasi tim wartawan bangkaindependent.com di Belitung. Proyek Rp75 miliar tersebut menyisahkan berbagai permasalahan. Bekas galian pipa di jalan aspal banyak yang bergelombang dan berlubang. Kemudian kedalaman pipa tidak maksimal dan bak bocor. Kerusakan jalan tersebut mulai dari Tanjung Baru sampai Jalan Bukit. Lalu kerusakan juga terlihat mulai di Jalan Kelubi sampai Jalan Pemuda.

Proyek Rp75 miliar pemasangan pipa PVC yang dikerjakan PT . Cipta Crown Simbol dengan Kerjasama operasi (KSO) PT. Fajarindah Satyanugraha dengan batas waktu kerja 450 hari sepertinya sudah rampung pengerjaannya. Akan tetapi pengerjaan tersebut masih meninggalklan bekas untuk masyarakat Belitung.

Jalur pipa yang dipasang oleh kontraktor, setelah digali hanya dilapisi aspal asal-asalan banyak yang retak dan bergelombang , sehingga banyak talud yang rusak.

“Inilah jadinya, harusnya pembangunan untuk masyarakat Belitung, gara-gara pemborongnya rakus akibatnya pekerjaan tidak sesuai dengan spek. Banyak laporan masyarakat fasilitas umum seperti jalan menjadi bergelombang talud rusak dan hanya ditambal aspal seadanya,” kata H Sahani Saleh yang akrab disapa Bang Sanem dibincangi wartawan di rumahnya, Jumat (7/1/2022).

Untuk itu, Bupati Belitung meminta agar pihak kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan tersebut jangan sampai berantakan. “Pihak pelaksana proyek itu harus diselesaikan jangan sampai jadi berantakan seperti itu. Jalan bergelombang harus dibetulkan, segera dituntaskan semua permasalahan yang ditimbulkan. Apalagi pihak kontraktor seperti buru-buru mengerjakan akibat dikejar oleh waktu,” imbuh Bang Sanem.

Apalagi, kata Bupati, pekerjaan property pemasanngan pipa PVC dikabarkan sudah habis masa pelaksaanaanya. “Iya harusnya kenal penalti, mereka kena denda. Apalagi yang saya dengan mereka bukan hanya melakukan keterlambatan tapi ditinggalkan, lain cerita lagi,” jelasnya.

“Kalau ada pihak manapun yang hendak intimidasi, saya yang tanggung jawab,” tambah bupati.
Pantauan tim wartawan bangkaindependent.com sebelumnya, di beberapa titik pemasangan pipa tersebut, ditemukan kedalaman galian parit pipa, dinilai banyak yang tidak sesuai bestek dan spek.

Akibat galian pipa jalan aspal banyak yang rusak dan talud banyak yang rusak tidak diperbaiki lagi oleh pihak kontraktor.

“Contohnya saja jalan di depan masjid banyak yang bergelombang dan aspal berserakan dimana-mana. Kami warga minta dibereskan pekerjaan ini jangan terkesan amburadul,” kata salah satu Jemaah masjid.

“Sebelum ada pemasangan proyek pipa disini jangan bagus-bagus saja. Nah semenjak dipasang/ada proyek jalan menjadi bergelombang,” keluh pengendara motor yang melintas.
Masyarakat Belitung banyak mengeluhkan akibat galian pipa tersebut. Warga Jalan Pemuda dan Baro yang enggan di sebutkan namanya membenarkan bawa pekerjaan proyek penggalian pipa tersebut di badan jalan banyak jalan aspal dan talud banyaknya tanah jatuh ketalud rusak tidak diperbaiki, pengerjaannya seperti asal asalan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak-pihak terkait, Kontraktor PT . Cipta Crown Simbol dan Direktur PT . Fajar Indah Satyanugraha, Alup masih dalam upaya konfirmasi. Sementara Qodri, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengatakan kepada wartawan agar ketemu saja untuk mendapatkan penjelasan. “Sebaiknya kita ketemu aja pak,” kata Qodri, Rabu lewat whatsApp kepada wartawan(31/8/2022). (red)