oleh

Kepala KUA Krayan: Tata Kelola dan Manajemen Yang Baik Kunci Memakmurkan Masjid

KRAYAN – Tata Kelola dan manajemen yang baik adalah kunci untuk memakmurkan masjid. Demikian salah satu penyampaian Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Krayan, Syahrul Afandi, S. H.I saat memberikan arahan pada kegiatan rapat Pengurus Masjid Besar Al-Istiqomah Krayan, hari Ahad (28/08) kemarin.

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah menetapkan regulasi yang jelas tentang standar pembinaan manajemen masjid, dan itu berlaku secara nasional. Regulasi tersebut menjadi acuan pengurus masjid di seluruh Indonesia dalam hal tata kelola dan manajemen masjid. Kata Syahrul.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa Masjid tidak bisa dianggap hanya sebatas tempat ibadah ritual atau ibadah mahdhah semata, tapi Masjid juga berkaitan dengan ibadah sosial yang lebih luas, seperti ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya.

Maka dari itu, sebagai pengurus, seyogyanya tidak hanya berfokus pada pembangunan masjid secara fisik semata tapi juga harus menyentuh pada aspek pembangunan SDM jamaah. Karena pada prinsipnya, fungsi masjid itu pusat pembinaan, pemberdayaan dan pemersatu umat agar terwujud umat yang berkualitas, moderat dan toleran. Sambungnya.

Selain itu, Syahrul juga menekankan akan pentingnya pengelolaan keuangan masjid yang akuntabel. Tidak semestinya pengurus menjadikan saldo masjid yang banyak sebagai kebanggaan. Khas masjid harus dikelolah dengan baik untuk kepentingan jamaah dan masyarakat secara umum.

Diakhir arahannya, Syahrul yang juga Pelaksana Tugas pada KUA Kecamatan Krayan Selatan mengajak seluruh pengurus untuk kembali menata cara pandang dan paradigma tentang tata kelola dan manajemen masjid.

Harus ada perencanaan yang matang. Baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Termasuk dalam hal ini yang harus kita pikirkan bersama khususnya pengurus adalah bagaimana menghadirkan Badan Usaha Milik Masjid agar masjid bisa mandiri secara ekonomi, tutupnya.