oleh

Galian C, Berhamburan Diwilayah Desa Lariang

Sekilasindonesia.id, || PASANGKAYU – Mobil pengangkut material untuk pekerjaan penguatan tebing sungai Lariang di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu meninggalkan jejak tanah galian C yang berjenis sirtu berhamburan di badan jalan Trans Sulawesi.

Berdasarkan pantauan media ini, nampak terlihat sisa tanah galian C berceceran di jalan Trans Sulawesi sekitar kurang lebih 200 meter, sehingga diduga dapat membahayakan bagi pengendara Roda 2 serta kendaraan lainnya, dan (pengendara-red) harus ekstra hati-hati saat melintas sepanjang jalan tersebut.

Salah satu warga setempat mengatakan, kami sangat terganggu dengan banyaknya tanah galian C berhamburan di tengah jalan Trans Sulawesi, apalagi ketika hujan turun tentunya (jalan-red) tersebut menjadi licin, dan dapat membahayakan bagi pengendara yang melintas.

“Seharusnya mereka tiap hari membersihkannya, agar kami warga setempat dan pengendara yang melintas dijalan tersebut bisa merasa nyaman tanpa adanya tanah dan bebatuan kecil,” keluhnya Kamis malam (25/08/2022).

Lanjut dia, aspal yang dipenuhi tanah galian C itu pernah juga saya siram, sebab banyak debu yang masuk kedalam rumah ketika tidak hujan, dan adik juga jualan makanan disamping (rumah-red).

Kami warga setempat hanya berharap ada perhatian dari pihak kontraktor untuk membersihkan jalannya.

“Pemerintah setempat juga harus menyampaikan ke pihak kontraktornya, agar tanah dijalan dibersihkan tiap harinya,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Zulfikar mengatakan, kami belum melihat situasi di lapangan adanya tanah yang berhamburan dijalan, dan memang kita mendapat informasi ada beberapa ruas (jalan-red) berdampak terhadap galian C.

“Apalagi ini kan jalan Nasional juga, maka kami akan berkoordinasi dengan Kasat Lantas Polres Pasangkayu terkait cara pengangkutan galian C nya,” katanya Jumat (26/08/2022).

Zulfikar juga menambahkan, bagaimana menggunakan jalan pada saat mengangkut galian C, agar tidak tercecer di (jalan-red) Trans Sulawesi.

“Ketika galian C tercecer, maka dampaknya jalan menjadi licin dan berdebu, sehingga itu berpotensi terjadinya kecelakaan lakalantas jika itu dibiarkan, dan kami akan turun langsung bersama Kasat lantas,” tuturnya. (Roy Mustari)