oleh

Dosen Universitas Djuanda Melakukan Pelatihan Pembuatan PERMEN Keras  Oleoresin Lada Putih Bangka (Muntok White Pepper)

Sekilasindonesia.id ||BANGKA SELATAN – Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Djuanda Bogor memberikan pelatihan pembuatan permen keras oleoresin lada putih Bangka di kecamatan Airgegas Bangka Selatan bagi karyawan PT. Izzah Globalindo Indonesia yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan Lada Putih Bangka (Muntok White Pepper). Pelatihan Pembuatan Permen Lada berlokasi di Gedung Pasca Panen BUMDESMA Mitra Lada Bersatu Kecamatan Airgegas pada tanggal 26 Agustus 2022. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Universitas Djuanda Bogor dan PT.Izzah Globalindo Indonesia.

Tim yang diketuai Rosy Hutami, S.TP,M.Si, dan beranggotakan Fina Uzwatina, S.TP,M.Si, Distya Riski Hapsari, S.TP, M.sc, Dr.Kastana Sapanli, S.Pi.,M.Si dan Siti Nurhalimah, S.TP,M.Si serta enam mahasiswa yakni, Aqil Septiana, Alsa Denta Priatna, Sophia Wulansari, Siti Yuliani, Nonok Handayani, dan M.Rifky Fauzi melakukan pelatihan pembuatan permen keras oleoresin lada putih Bangka untuk selanjutnya diproduksi oleh PT. Izzah Globalindo Indonesia dan Bumdesma Mitra Lada Bersatu.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta diversifikasi produk pangan berbasis lada putih bangka, meningkatkan nilai tambah lada, dan dapat mengembalikan kejayaan lada putih bangka. “Lada putih Bangka merupakan salah satu jenis lada terbaik di dunia. Namun saat ini, harga jual lada sangat fluktuatif dan animo masyarakat untuk menanam lada cenderung menurun. Dengan adanya pengolahan lada menjadi oleoresin lada, diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi lada sehingga mampu meningkatkan kembali minat masyarakat terhadap budidaya dan pengolahan lada sehingga kejayaan Lada Bangka di pasar domestik maupun global dapat kembali. Selain itu, pengolahan lada menjadi permen oleoresin lada merupakan inovasi produk pertama berbasis oleoresin Lada Bangka yang berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan daerah, salah satunya sebagai pangan oleh-oleh khas pulau Bangka.”,jelas Rosy Hutami. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Matching Fund Kedaireka dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2022.

Reporter : Doni Saputra