oleh

Bentuk Opini dan Propaganda, BMI Mubar Kecam Kadis Kominfostadi – Harlan: Fajar Fariki Tidak Layak Dipromosikan Sebagai Pejabat

MUNA BARAT, SEKILASINDONESIA.ID – Andaikata Pj. Bupati Kabupaten Muna Barat (Mubar) Dr. Bahri bisa diintervensi langsung, maka hal yang utama untuk saya sampaikan adalah Plt. Kadis Kominfo, Fajar Fariki tidak layak dipromosi sebagai pejabat eselon dilingkup Pemkab Mubar.

Kalimat itu dilontarkan Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Mubar, La Ode Harlan Sadia saat membaca beberapa pernyatan Fajar Fariki di beberapa media akhir-akhir ini.

Katanya, pernyataan Fajar Fariki, memancing situasi sebagian masyarakat Mubar. Diantaranya terkait penunjukan La Ode Mirad Tumada sebagai Plt. Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), yang dimana adik kandung mantan Bupati Mubar, LM. Rajiun Tumada.

Menurutnya, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mubar, tidak perlu mengkaitkan antara La Ode Mirad Tumada dengan LM. Rajiun Tumada, dalam bingkai birokrasi walaupun mereka adik kandung. Era kepemimpinan saat ini sudah berbeda.

“Harusnya dia paham (Fajar Fariki). Tidak perlu jauh menyoal posisi Plt. Kadis Nakertrans, sebagai adik mantan bupati Mubar LM. Rajiun Tumada, yang dia nilai berseberangan. Maksud Fajar Fariki dari berseberangan ini apa. Jangan seolah-olah mendekotomi sesuatu diluar jangkauan Pj. Bupati,”tegas Harlan.

LM. Rajiun Tumada, menurut dia, tidak pernah terlihat berbicara dimedia dengan mengintervensi kebijakan Pj. Bupati Mubar. Meskipun beliau adalah mantan bupati Mubar.

“Justru Fajar Fariki, yang membuat suasana tidak baik dilingkarkan masyarakat. Membuat pernyataan yang berbau provokatif. Pj. Bupati Dr. Bahri dan LM. Rajiun Tumada itu, saya lihat tidak pernah berseteru lewat media. Hanya Plt. Kadis Kominfo yang membandingkan mereka,”ungkapnya.

Atlit Karateka Mubar ini menegaskan, bahwa Fajar Fariki belum paham semua kultural masyarakat Mubar. Meskipun dia bagian dari orang Muna, tetapi tidak lahir dan besar di Mubar. Jadi jangan membuat propaganda.

“Dia juga besar di Mubar, karena Rajiun. Tetapi tidak paham. Karakter masyarakat desa dengan kota itu berbeda. Jadi jangan terlalu banyak bicara. Apalagi menyentil soal Pj. Bupati dengan mantan bupati sebelumnya,”tegasnya.

La Ode Harlan meminta Pj. Bupati untuk mengevaluasi sekaligus membina Fajar Fariki, sebagai bawahan dilingkaran birokrasi Mubar. Menjadi juru bicara pimpinan itu harus punya etika dan pertimbangan secara politik.

“Juru bicara itu harusnya lebih hati-hati ngomong. Jangan sesumbar. Saya minta pak Pj. untuk membina kembali bawahannya ini. Kondisi Mubar saat ini sangat kondusif, jangan hanya karena Fajar Fariki Memancing kerawanan sosial,”tuturnya.

Kata dia, ada sekitar 9 media online memuat pernyataan Fajar Fariki kaitannya dengan adik mantan bupati Mubar, dilantik sebagai Plt. Kadis Nakertrans yang dinilai berseberangan. Salah satunya disitu, infomubar.com, menulis Sikap Leadership Pj. Bupati Bahri Lantik adik Mantan Bupati yang Berseberangan. Kemudian, Sultralive.com menulis Pj. Bupati Mubar Lantik Adik Mantan Bupati yang Dinilai Berbeda.

“Saya tidak paham yang dimaksut berseberangan ini. Padahal hampir setiap apel gabungan, Pj. Bupati menyampaikan bahwa ASN Mubar hanya satu matahari, tidak ada kelompok-kelompok didalamnya. Artinya, Fajar Fariki membangun opini di luar dari nalar PJ. Bupati,” tutupnya.

Penulis: LM Sacriel