oleh

Gelar Jumpa Pers, Para RT dan Kaling Matras Bantah Keterangan Budiono

strong>SUNGAILIAT-Kepala Lingkungan Matras dan para RT, akhirnya resmi mengeluarkan bantahan atas keterangan Budiono SH, terkait dana kompensasi KIP di laut Matras.

Dalam jumpa pers yang digelar di Matras Jumat (19/8/22) tersebut, para ketua RT tak hanya membantah klaim Budiono soal kejelasan penyaluran dana kompensasi KIP. Mereka juga mempertanyakan fungsi dan keberadaan Budiono selaku PH Panitia, yang kecipratan dana kompensasi Rp 300 per kilogram dari KIP.

“Budiono cuma berurusan dengan panitia, tidak pernah turun ke lapangan. Dari mana dia bisa klaim bahwa semua dana kompensasi sudah diterima warga dan sudah sesuai semuanya. Itu klaim dia dan panitia sepihak mungkin. Yang jelas kami hadir dalam jumpa pers kemaren baru kami sadari bahwa kami sekedar pajangan untuk menguatkan keterangan dia. Kami tidak bicara apapun dan kami membantah apa yang sudah disampaikannya. Ini harus di buka dengan terang dan transparan. Bukan seperti ini dulu kesepakatannya,” sembur Nazuardi ketua RT VI Matras.

Para ketua RT tersebut justru mempertanyakan beberapa dana alokasi yang bahkan bisa dikatakan fiktif. Mirisnya lagi, besaran dana kemasyarakatan tersebut justru kalah dari bagian seorang Budiono selaku PH Panitia KIP.

“Terus fungsi nya (Budiono) apa? Dari mana dia mengklaim bahwa seluruh penyaluran sudah benar. Apakah ada dasarnya. Sudah diketahui dengan rinciannya. Kalau Cuma dari keterangan para panitia. Itu tidak cukup. Lihat kenyataan di masyarakat. Jangan. Semestinya dak perlu lah pakai penasehat hukum. Yang dikerjakan ini legal. Selain itu yang dia terima bahkan lebih besar dari peruntukan Masjid, dan dana sosial kemasyarakatan. Sementara yang digarap itu adalah laut wilayah Matras. Dan yang paling nyata adalah fakta bahwa penyaluran ini bahkan tidak jelas. Terus keberadaannya untuk apa,” timpal Kepala Lingkungan Matras, Anggi Mesya.

Sementara itu, terpisah Budiono SH, selaku penasehat hukum panitia KIP saat dikonfirmasi wartawan mengatakan tidak mau ambil pusing lagi. Menurutnya permasalahan ini tak kunjung selesai.

“Terserahlah pak RT itu mau bicara apa, kampung, kampung mereka, warga, warga mereka. Yang jelas saya sudah bicara sesuai fakta. Terserah kawan-kawan media lah mau bikin saja beritanya. Bikin saja lah sampai puas. Karena percuma bicara banyak kalau sudah dinilai buruk. Dak selesai urusan nya,” jawab Budiono dalam sambungan telepon pada Jumat (19/8/22) sore.

Sebelumnnya, ramai diberitakan terkait uang kompensasi dari Kapal Isap Produksi (KIP) laut Matras yang diduga tak jelas penyaluran dan tidak transparan perhitungannya. Disubut-sebut, dari 9 pos alokasi ada 4 pos yang dana kompensasinya tidak jelas penyalurannya, yaitu untuk masjid atau TPA sebesar Rp 100 perkilogram, untuk pemuda atau karang taruna sebesar Rp 50 perkilogram, untuk kas lingkungan sebesar Rp 50 dan untuk kegiatan sosial sebesar Rp 50 perkilogram.

Menanggapi permasalahan tersebut penasehat hukum panitia KIP Matras Adv Budiono SH menggelar konferensi pers dengan menghadirkan beberapa pihak di antaranya pengurus masjid, para Ketua RT dan Kepala lingkungan ketua nelayan serta masyarakat matras di Restoran Mega Resto Sungailiat pada Senin (15/8/2022) lalu. Belakangan keterangan Budiono dalam konferensi pers tersebut justru memicu bantahan dari para RT di lingkungan Matras.

Hadir dalam jumpa pers pada Jumat sore tadi yakni Ketua RT I Indra, Ketua RT. II Sugandi,RT. IV Edi Sunaria,
RT. V Iwan,RT. VI Nazuardi dan Kepala Lingkungan Matras, Anggi Mesya.(Rudi s)