oleh

Ini Biografi Abuya Ibrahim Bin H. Ahmad, Ternyata Almarhum Seorang Ulama dan Pejabat

SEKILASINDONESIA.ID, Lebak – Almarhum Almaghfurlah Abuya Ibrahim Bin H. Ahmad ialah seorang Ulama dan Pejabat. Selain berguru di beberapa pondok pesantren, almarhum juga sempat berguru dan tinggal di Mekkah selama 7 (tujuh) tahun.

Hal ini diungkapkan KH. Jamil M. Yunus, Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Keluarga Besar Almarhum Abuya Ibrahim, saat sambutan Haul Almarhum Almaghfurlah Abuya Ibrahim Bin Ahmad yang ke-32, yang berlangsung di Lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Maulana Yusuf, tepatnya di Kampung Pagelaran, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Senin, (08/08/2022).

Dijabarkan KH. Jamil M. Yunus, Almarhum Almaghfurlah Abuya Ibrahim Bin H. Ahmad lahir di Sawarna 1890 Mahesi, meninggal dan dikebumikan di Pagelaran pada tahun 1990, Almarhum merupakan putera dari KH. Ahmad (Sawarna) n Hj. Zahroh (Bayah).

“Riwayat pendidikan almarhum yang mengenyam pendidikan di beberapa ponpes, diantaranya di Ponpes Pagelaran (Abuya Dulkarim), Cirendeu Rangkas Bitung (KH. Sobirin), di Kadupesing (Abuya Abdul Halim), di Kebagusan Jasinga (Abuya Hasan)di , Mekah (Abuya Jasir) dan almarhum tinggal di Mekah selama 7 tahun. Pulang dari Mekah, Almarhum melanjutkan pesantren Abuya Dulkarim dan terus mengembangkan pesantren.

Setelah kemerdekaan, kata KH. Jamil, sekitar tahun 1949, almarhum ditugaskan oleh gurunya yaitu Tubagus Ahmad Chotib selaku Keresidenan Banten untuk menjadi Wadana Cilangkahan dan menjabat selama 4 tahun dan mengundurkan diri karena ingin fokus di pesantren. Kiprah beliau ditopang oleh rekan-rekan seperjuangannya.

Dari pernikahannya dengan Almarhumah Hj. Ruqoyah yang merupakan Puteri Abuya Dulkarim, Almarhum Abuya Ibrahim dikaruniai keturunan, yaitu Hj. Sodiah (Almarhum), Umi Hj. Hindun (Almarhum), Ismail, Hj. Rodiah (Almarhum), KH. Ali Ibrahim (Almarhum), KH. Badrudin, Nawawi (almarhum), Hj. Fatimah, Rihanah, dan anak kembar Abdul Rahman dan Abdul Rahim yang keduanya meninggal di Pagelaran.

“Tentunya, dari biografi yang saya jabarkan masih ada kekurangan dan mohon untuk dimaafkan, insya Allah akan ada tambahan-tambahan setelah nanti kami mencari tau selengkapnya tentang almarhum,” katanya.

Mendengar Biografi Almarhum Almaghfurlah Abuya Ibrahim Bin H. Ahmad tersebut, Ade Sumardi, Wakil Bupati Lebak, menyarankan agar pihak keluarga membuat buku tentang biografi almarhum, agar bisa dipelajari dan menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya para santri.

“Didalam cerita tadi yang disampaikan tentang sejarah Almarhum Abuya Ibrahim agar dibuatkan dalam sebuah buku. Ternyata almarhum juga ulama dan pejabat. Jadi ini motivasi, santri bisa jadi Bupati jadi gubernur, bahkan Presiden,” katanya.

Baca juga :

(Usep).