oleh

Dr. H. Mohammad Yahya Warning Madrasah Baca Al-Qur’an Sebelum Belajar Sebagai Ciri Khas Madrasah

TAKALAR, – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian agama kabupaten Takalar Dr. H. Mohammad Yahya, M, Ag memberikan warning kepada seluruh madrasah Negeri maupun swasta dari semua tingkatan untuk membaca Alqur’an.

Kegiatan membaca Alqur’an ini menjadi kewajiban bagi guru dan siswa sebelum memulai pelajaran.

Di samping itu , ini juga menjadi bagian dari program pemberantasan buta baca Tulis al-Qur’an di Madrasah setiap hari yang harus dilaksanakan.

” Program pemberantasan buta baca Tulis al-Qur’an di Madrasah setiap hari HARUS dilaksanakan mengingat hasil Monitoring kami di Madrasah menunjukkan bahwa 70% anak madrasah belum mahir membaca al-Qur’an, tegas Yahya.

Lanjut Mohammad Yahya mengatakan Program Madrasah al-Qur’an di madrasah tetap dilaksanakan minimal 2 kali sepekan bagi Guru dan tenaga kependidikan dan untuk siswa Diharapkan dapat dilaksnakan setiap hari, ujarnya lagi.

Sementara bilamana ada guru yang memiliki keterbelakangan dalam membaca Alqur’an, Yahya mempersilahkan Kepala Madrasah ( Kamad ) untuk bekerjasama dengan para penyuluh agama Islam di wilayah masing – masing.

Baginya, Program Madrasah al-Qur’an sangat PENTING demi mewujudkan Generasi Qur’ani yang cerdas dan Bermartabat sekaligus merupakan bagian dari program Madrasah Alqur’an yang di canangkan oleh Kepala Kemenag Takalar Dr. H. Muhammad , M, Ag.

Selanjutnya, untuk memantau pelaksanaan kegiatan proses Baca tulis Alqur’an di madrasah, Dr. Mohammad Yahya meminta para Kamad untuk melaporkan kegiatan tersebut setiap hari melalui group WhatsApp Kemenag Takalar atau media lain yang dapat di akses setiap hari.

” Saya berharap bahwa sebelum kegiatan proses belajar mengajar sesuai kurikulum di mulai terlebih dahulu baca al-Qur’an disetiap madrasah minimal 30 menit setiap pagi.

Kalau ini dilaksanakan maka kualitas madrasah akan semakin baik .. dan semakin berkah, sambungnya.

Yahya memberikan penegasan kewajiban bagi siswa dan siswi serta pendidik dan tenaga kependidikan memiliki al -Qur”an pribadi yang disimpan dikelas masing – masing dan tidak ada alasan madrasah tidak memiliki al-Qur’an ” WAJIB “, memiliki al-Qur’an.

Warning Kepala seksi Pendidikan Madrasah ini di sampaikan melalui pesan di group WhatsApp milik ASN Kemenag Takalar untuk mengingatkan bagi Kamad , Guru dan tenaga kependidikan bahwa Pembelajaran al-Qur’an di Madrasah harus menjadi prioritas utama sebagai ciri Khas Madrasah.

Penuli: Suherman Tangngaji