oleh

TP PKK Babel Jadi Garda Keluarga Cegah Penyalahgunaan Narkoba

MANGGAR,- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Provinsi Babel punya multiperan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Tidak hanya penanggulangan masalah keluarga, stunting, tumbuh kembang anak dan peningkatan ekonomi UMKM namun tepat hari ini peran sebagai Relawan Anti Narkoba pun disematkan pada TP PKK.

Penyematan ini dilakukan pada rapat kerja daerah TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tema ‘Kita Tingkatkan Kiprah Kader dalam Mengaktualisasikan Sistem Informasi Terpadu Dasawisma (SIDUMA) Guna Terwujudnya 10 Program Pokok PKK yang Tertib Administrasi’ di Auditorium Pemerintahan Kabupaten Belitung Timur, Selasa (10/5/2022).

“Apresiasi luar biasa saya berikan kepada BNN Babel, kegiatan ini harapannya bukan hanya seremonial tapi betul-betul dilaksanakan. Kita semua tahu, bahwa sekarang kondisinya semakin mengerikan. Peran PKK sangat bisa dimanfaatkan untuk menyelamatkan anak cucu kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ungkap Ketua TP PKK Melati.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Purwenda Puspitasari Ketua TP PKK Belitung Timur, Bupati Beltim Burhanudin, Kepala BNN Babel Zainul Muttaqien, Wakil Ketua I TP PKK Laksmi, Ketua TP PKK kab/kota, kecamatan, desa, se-Babel.

Pada kesempatan ini dilakukan pengukuhan terhadap 10 relawan Anti Narkoba dari 7 kabupaten/kota se-Babel yang dilegalkan dengan penandatangan Pejanjian Kerja Sama antara BNN Babel dengan TP PKK Babel tentang upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika serta penyematan pin Relawan Anti Narkoba.

Kepala Zainul Muttaqien pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk TP PKK. Dikatakannya lingkungan yang paling dekat adalah keluarga, maka peran PKK sangat berarti. Hal ini sesuai dengan amanah pemerintah pusat untuk menggaet TP PKK sebagai Kader Relawan Anti Narkoba.

Nantinya para relawan ini lah yang akan mendapatkan sekaligus memberikan informasi dan wawasan mengenai narkoba serta metode penanganan pada pelaku ataupun pengedar penyalahgunaan narkoba.

“Dari pada jual narkoba meding jual kricu, atau jual abon bangka. Peran-peran tim PKK sebagai fasilitator akan sangat membantu BNN dalam memberantas narkoba karena mampu menyentuh lini terkecil yaitu, keluarga,” pungkasnya.

Rapat kerja ini sekaligus menjadi momen sosialisasi penerapan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Dasa Wisma (SI DUMA), mengingat betapa pentingnya data. Dari data kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara maksimal dan tentunya dibutuhkan sasaran yang tepat. Oleh karenanya, aplikasi SI DUMA dapat mempermudah integrasi data sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam pelaporan data dasa wisma.

“Pada rapat ini, nantinya menghasilkan pedoman dan langkah-langkah dalam pencapaian di setiap jenjangnya. Agar terwujudnya keluarga sehat, cerdas, beriman, berdaya, dan bertakwa menuju Indonesia maju. Diharapkan mengurus seluruh kader PKK dapat menerapkan program kerja tersebut,” ungkap Ketua Melati.

Penulis: Natasya