oleh

Prasarana Permukiman Babel Mendapatkan Amanat dalam Mendukung Pemda untuk Membangun IPLT

BANGKA BELITUNG- Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendapatkan amanat dalam mendukung pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur bidang air limbah yaitu IPLT. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pemenuhan atas Peraturan Menteri PUPR No 4 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik.(5/8)

Pembangunan IPLT merupakan usulan kegiatan yang diajukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota kepada Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah, dengan terlebih dahulu menyiapkan dokumen readiness criteria yang lengkap.

Untuk pembangunan IPLT yang harus di siapkan adalah Ketersediaan lahan yang telah mempunyai sertifikat, siap menerima dan mengelola aset, membentuk badan pengelola, serta mendukung operasional sarana dan prasarana terbangun.

Selain itu dalam pembangunan IPLT, BPPW Kep. Bangka Belitung melaksanakan pekerjaan inti (mayor) dalam proses pengolahan lumpur tinja, seperti bak SSC, Kolam aneraob, kolam maturasi, kolam fakultatif, dan kolam wetland serta bangunan pendukung dalam kegiatan pengolahan lumpur tinja.

Selanjutnya Pemerintah Daerah dalam sinergi pembangunan IPLT berkomitmen menyiapkan pembangunan instalasi pendukung, tentunya disesuaikan dengan rencana program yang telah disusun oleh Pemda untuk penganggaran baik secara langsung maupun bertahap.

Sesuai peraturan, semua pembangunan IPLT di Kepulauan Bangka Belitung telah menjadi aset pemerintah daerah, dengan harapan dapat dikelola dengan baik untuk pelayanan masyarakat di bidang air limbah.

Di samping itu, tugas BPPW Kep. Bangka Belitung tidak hanya sebatas selesainya konstruksi pembangunan, tetapi dilanjutkan dengan melakukan pendampingan dan pembinaan pasca konstruksi. Mulai dari melatih para SDM yang akan terlibat secara langsung dalam operasional seperti operator dalam mengelola instalasi sesuai SOP, arahan keberlanjutan program, serta penguatan dalam aturan hukum kelembagaan dan retribusi.

Hal ini di lakukan agar program pelayanan air limbah dan pengelolaan lumpur tinja di semua kabupaten di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap berjalan dengan baik, peran serta kebijakan pimpinan daerah dalam mendukung anggaran operasional untuk pelayanan ini haruslah menjadi prioritas.

Untuk itu dalam menjalankan tugas yang diemban, para pengelola IPLT kabupaten di provinsi ini harus saling berkomunikasi untuk sharing pengalaman, belajar bersama, dengan saling mengunjungi antar UPT Air Limbah.

Tidak hanya sampai disitu, pengelola IPLT yang telah beroperasi akan memberi arahan kepada pengelola yang baru bergerak atau baru menyusun program, hal ini tentunya akan memberi solusi penyelesaian masalah yang sering muncul di lapangan berdasarkan pengalaman para pengelola yang sudah terlebih dahulu beroperasi.

Dalam pelaksanaanya hal ini mesti didukung oleh semua pihak, baik pemerintah daerah, balai, dan masyarakat sebagai target pelayanan. Serta saran dan kritik membangun tentu saja menjadi sesuatu yang penting dalam upaya bersama memaksimalkan setiap proses pelaksanaan program.

BPPW Kep. Bangka Belitung berharap dengan dilaksanakannya program dibidang air limbah ini, tentunya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota di wilayah Provinsi kep. Bangka Belitung.

Pewarta : red
Sumber : BPPW Kep. Bangka Belitung