oleh

Penggunaan Dana BOS SDN 4 Margototo Diduga Abaikan Transparansi dan Akuntabilitas

Sekilasindonesia.id, METRO KIBANG, LAMPUNG TIMUR – Kepala Sekolah SDN 4 Margototo (Muryati) Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur, tak melibatkan Tim BOS Sekolah dalam mengelola anggaran Dana BOS dari Tahun 2020, Rabu (02/03/2022).

Pasalnya, Menurut pengakuan Rahayu selaku Bendahara di sekolah tersebut saat di konfirmasi membenarkan bahwa tidak mengetahui pasti penggunaan Anggara Dana BOS di Tahun 2020 Sebesar, Rp114,750,000 yang terbagi menjadi 3 Tahap, yang Masing-masing di tahap pertama Triwulan I. Rp33,830,00 Tahap kedua Triwulan II. Rp46,440,00 serta di Tahap ketiga Triwulan III. Rp33,480,00.

“Ya Kalau di bilang tau ya tau, kalau di bilang gak ya gak, dan 2020 itu Kegiatan Ekstrakulikuler tidak ada karna 2020 itu kan masa pandemi, dan untuk poin yang lain saya gatau kalau sampai sebesar itu, yang jelas di tahun 2020 itu saya cuman di kasih uang Rp15,000,000 kadang Rp 10,000,000 per Triwulan, makanya mas waktu pemeriksaan dari dinas itu saya cuman ketawa aja mas, dan di tanya ibu ini dari tadi ketawa aja kenapa dan saya menjawab, udah lah pak tau sama tau aja,”  ucap Bendahara tersebut kepada pihak pemeriksaan SPJ itu.

lanjutnya,” Uang 15 juta itu terbagi untuk bayar Honor,untuk Beli ATK, untuk beli asbes 7 lembar untuk memperbaiki Asbes yang sudah Rusak, dan untuk bayar operator dan intinya untuk keperluan Sekolah mas,” bebernya sambil menunduk.

Dan di ketahui menurut data yang dikelola oleh KPK Kegiatan Ekstrakulikuler di SDN 4 Margoto Mencapai TW (1).Rp8,981,400,TW (2).4,188,900 dan TW(3).1,850.000 itu baru di Point Ekstrakulikuler karena di pelaporan Penggunaan Dana BOS ada sekitar 12 pelaporan yang merucut kepada Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS).

Salah satu Dewan Guru di SDN 4 Margototo juga mengeluhkan atas kepemimpinan Maryati selaku kepala sekolah saat ini, karena segala sesuatu selalu di ambil sendiri dan tidak melibatkan TIM yang sudah di bentuk untuk mengurus pengelolaan penggunaan Dana BOS di sekolah.

“jadi Bendahara disini gak bisa ngomong mas, kalau ibu Rahayu ini mas kita akui jujur apa adanya tapi kan semuanya di kuasai oleh Kepala sekolah,kalau di SD tau sendiri cuman syarat doang bendahara,gak bisa mas kita tetap kalah, semua kita gak bisa ngomong,kalau di jaman Kepala Sekolah sebelumnya Bendahara di sini memang selalu di libatkan seperti layaknya bendahara BOS jaman Bu Marni Kepala Sekolah lama,” pengakuan salah satu guru.

Saat para tenaga Honorer di SDN 4 Margototo di minta keterangan Ke 3 Tenaga honor, mengatakan menerima gaji per tiga bulan sekali,Eka Wulandari Rp2,100,00,Renita,Rp1,200,00,Tri Candra Dewi Rp2,100,00 dan total dari keseluruhan untuk pembayaran tenaga honor sekisarRp 5,300,00,serta diketahui untuk pelaporan tenaga Honor di SDN 4 margoto, di (Tw1) itu Sebesar Rp0,(TW2) Rp6,900.000 dan (TW3) Rp3,450,000.

Lanjut lagi Awak media mengkonfirmasi kepada kepala Sekolah SDN 4 Margototo Maryati, berdalih sudah melaksanakan juknis BOS sudah sesuai dengan aturan yang ada,dan sudah melibatkan TIM BOS Sekolah serta Bendahara selalu saya libatkan dalam pelaporan SPJ.

“Ya untuk kegiatan di TW1 di Point kegiatan Ekstrakulikuler kami mengadakan kegiatan pramuka,dan untuk tenaga Honorer sepertinya saya tidak perlu lagi untuk croscek ya,karena segala sesuatu sudah saya laporkan ke dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur, beliau juga enggan menjelaskan untuk pembayaran Honorer lebih rinci tersebut, seakan menutupi kepada media.

Seakan-akan Transparansi serta Akuntabilitas Dalam pengelolaan Dana BOS di SDN 4 Margototo terkesan tidak di praktek sebagaimana mestinya.(Tim/ Ril)