oleh

Gelar Belajar Membatik Kain Besurek, Ibu Lilian: Kreatifitas Ibu-Ibu untuk Indonesia Maju

 

Foto Bersama Ibu Bengkulu Jakarta di Anjungan Bengkulu-TMII, Jakarta Timur, (19/12/2021) M. Agung.

JAKARTA– Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu (BMMPB) di Jakarta sebagai wadah silaturahmi dan koordinasi Masyarakat Bengkulu di Jakarta menyelenggarakan kegiatan belajar membatik dengan tema “mengembangkan potensi perempuan bengkulu dengan belajar membatik kain Besurek” di Anjungan Bengkulu-TMII-Jakarta Timur, Minggu lalu1 9 Desember 2021.

Turut hadir dalam acara membatik dalam rangka memperingati hari yang ke-93 pada tahun 2021 adalah Ibu I Gusti Ayu Astrid Kartika, Staf Khusus Menteri, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DKI Jakarta dan Para Ibu Keluarga Besar Bengkulu yang ada di Jakarta

Ketua Pengurus Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu (BMMPB) Jakarta, dr. Lilian Anggeny menyampaikan bahwa di era pandemi ini, seluruh aspek dan sendi kehidupan masyarakat jelas terpengaruh dengan berhentinya pergerakan dan mobilitas masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

Maka perlu kita Gerakan ekonomi kreatif tanpa terkecuali, sektor seni dan industri kreatif menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi ini.

“Dengan melakukan belajar membatik para ibu keluarga besar Bengkulu Jakarta bisa termotivasi untuk menularkan bakat, tidak hanya kepada para ibu namun kepada generasi muda untuk membangkitkan semangat melalui produk local dalam menumbuhkan ekonomi” jelas dr. Lilian.

Selaku Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu (BMMPB) di Jakarta lanjut dalam sambutannya Ibu dr. Lilian Anggeny mengatakan juga bahwa dalam rangka memperingati hari Ibu ini kita jadikan momentum untuk mendorong usaha-usaha kreatif seperti kegiatan membatik, dan tidak menutup kegiatan-kegiatan pendukung lainnya.

“Kami ingin menggerakan Ibu-ibu agar bisa konsen dalam pengembangan ekenomi sectoral, dan berdampak pada hal-hal yang bersifat sosial ekonomi” tandas Ibu dr.Lilian Anggeny

Selanjutnya Ibu I Gusti Ayu Astrid Kartika, staff khusus Menteri, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang hadir diberikan kesempatan untuk membuka kegiatan belajar membatik.

Dia memberikan apresiasi kepada Ibu-ibu Provinsi Bengkulu yang ada di Jakarta menggagas kegiatan yang sangat bernilai tinggi ekonominya. Selain itu juga momentum hari ibu ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketimpangan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan harus memaksimalkan kemmpuannya.

“Sensus Penduduk saja diketahui 49, 42 % Penduduk Indonesia adalah Perempuan. Begitu banyak ketimpangan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan harus memaksimalkan kemmpuannya. Harapannya sehubungan dengan hari ibu agar peran Ibu-ibu sebgai perempuan agar memiliki control atas dirinya” Demikian penjelasan Ibu I Gusti Ayu dalam sambutan

Diakhir sambutan Ibu I Gusti Ayu Astrid Kartika menyampaikan bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang setara perlu ada kerja Bersama perempuan berdaya untuk Indonesia maju, semacam sebuah peneknan bahwa Tiadanya perbedaaan, tiadanya diskriminasi dan berharap bahwa Indonesia bisa terangkat nilai-nilai. (Red)