oleh

Ribuan Masa Aksi Tuntut Bupati Lebak Tanggung Jawab Bangun Jalan Cikumpay – Ciparay

SEKILASINDONESIA.ID, LEBAK – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) Desa Mekarjaya, Jatake, Panggarangan dan Desa Cisuren, Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak, menuntut agar ruas jalan Cikumpay – Ciparay, Kecamatan Panggarangan, segera dibangun. Pasalnya, ruas jalan sepanjang 24,9 Km yang merupakan jalan kabupaten tersebut rusak parah dan menghambat akses transportasi warga.

Dalam aksi yang berlangsung Senin (29/11/2021), berlokasi di Kampung Cicalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panggarangan, Lebak, diwarnai dengan puluhan spanduk dengan ragam tulisan berupa tuntutan, salahsatunya bertuliskan ‘Bupati Lebak harus bertanggungjawab atas Kondisi Jalan Kabupaten Ruas Cikumpay – Ciparay Kecamatan Panggarangan’.

Deris Haryanto, Korlap Aksi, mengatakan, kami masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) dari Desa Mekarjaya, Jatake, Panggarangan dan desa Cisuren.

“Ingin menyampaikan kepada Pemda Lebak bahwa Jl. Cikumpay-Ciparay sepanjang 24,9 Km merupakan jalan kabupaten yang selama ini tidak pernah mendapatkan perhatian bahkan tidak pernah tersentuh anggaran, kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan dan menghambat akses transportasi masyarakat dari empat desa tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, ia pun menuntut Bupati Lebak segera melakukan langkah-langkah yang nyata untuk menuntaskan pembangunan ruas Jl. Cikumpay – Ciparay, “Jika Pemkab Lebak sudah tidak mampu untuk membiayai, maka secepatnya Pemkab menerbitkan Surat Keputusan Status Alih Jalan kabupaten menjadi jalan Provinsi agar selanjutnya Pemerintah Provinsi Banten yang merencanakan dan membangun ruas jalan tersebut,” terangnya.

Menurutnya, pemerataan pembangunan bidang infrastruktur jalan di kabupaten Lebak menjadi perhatian. Sebagaimana diketahui bersama, Lebak salahsatu kabupaten terluas di Provinsi Banten masih banyak menyisakan segudang persoalan dengan masih banyaknya kondisi Jalan kabupaten yang belum tersentuh pembangunan.

“Akses transportasi jalan yang rusak menghambat kesejahteraan masyarakat, pembangunan Infrastruktur jalan yang bagus untuk kepentingan kegiatan transportasi ini masih menjadi sebuah problematika di kabupaten Lebak,” bebernya.

Kemudian, lanjut Deris, Rencana Pemerintah Daerah untuk pembangunan Infrastruktur Jalan Cikumpay-Cigudeg sepanjang 72,4 Km yang mengacu pada Surat Edaran Bupati Lebak pada tahun 2016, Surat dengan nomor 912/472-Admpemb/2016 Pemda bekerjasama dengan CSR PT. Cemindo Gemilang pada saat ini menurunkan alat berat untuk melakukan pelebaran jalan.

“Semestinya pemerintah kabupaten lebak melakukan pengaspalan atau pengecoran ini malah dibiarkan begitu saja, tidak ada tindaklanjut yang jelas, ini membuktikan bahwa sampai sekarang tahun 2021, penuntasan pembangunan ruas jalan tersebut belum kunjung di bangun malah kondisinya semakin parah, ini membuktikan bahwa Bupati Lebak tidak serius dalam melakukan perencanaan Pembangunan Infrastruktur Jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Juliana Batubara, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC), mengungkapkan, hampir semua infrastruktur jalam di wilayah kabupaten Lebak khususnya wilayah selatan rusak. Dengan Infrastuktur yang rusak ini bisa menghambat kemajuan daerah.

“Gimana mau pergi ke sekolah, Gimana mau berobat ke puskesmas, sedangkan jalannya hancur, gimana mau bawa hasil tani ke pasar sedang jalannya hancur, Kan sulit itu. Bupati harus bertanggungjawab atas hal ini. Kalau Bupati Lebak tidak bisa membangun jalan Cikumpay – Ciparay Kecamatan Panggarangan, lebih baik segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bupati lebak,” tegas Juliana.

Dalam orasinya, Dede Yusup, yang merupakan seorang Mahasiswa, mengungkapkan, keprihatinannya atas kondisi jalan yang rusak.

“Saya orang Malingping, saya semalam tidur (nginap) disini kawan-kawan, saya tetap turut serta dalam aksi, karena saya ingin perubahan, jalan rusak adalah tanggung jawab pemerintah, kita bayar pajak, namun kenyataannya, jalan masih rusak,” tandasnya, dengan nada lantang.

Tak ketinggalan, Asep Pahrudin, aktivis yang juga merupakan Direktur Eksekutif IPDes, turut menyampaikan orasinya. Dikatakannya, kabupaten Lebak sampai saat ini belum ada reaksi terhadap pembangunan jalan khususnya yang ada di Lebak Selatan. Untuk yang sudah direalisasikan itu tidak tepat sasaran.

“Saya menyampaikan aspirasi apa yang diinginkan oleh masyarakat. Dari sekarang kita nyatakan di kecamatan panggarangan itu aya jelemaan (ada orangnya_red). Maka dari itu, masyarakat harus kompak, dan harus tetap satu tujuan,” tegasnya, seraya disambut tepuk tangan dari para peserta aksi.

(Us).