oleh

Anggota DPR RI Komisi VIII Dapil Banten Salurkan Bantuan RTLH dan Mobil Ambulance ke Ponpes Darul Iman

LEBAK – Anggota DPR RI Komisi VIII, Daerah Pemilihan (Dapil) Banten I, Fraksi PDI Perjuangan, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, kembali membawa kabar gembira untuk warga Lebak. Kabar gembira yang dibawanya kali ini, yakni empat unit ambulance dari Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH Kementrian Agama Republik Indonesia melalui program kemaslahatan dan 50 pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Kedua program yang sudah disalurkan kepada para penerima manfaat di dapil saya, dasarnya dari hasil usulan DPR RI Komisi VIII terhadap mitra kerja kami, yakni BPKH pada Kementrian Agama dan Kementerian Sosial RI,” kata Hasbi usai menggelar sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Desa Gunung Anten, Kecamatan Cimarga, Sabtu  (30/10/2021).

Menurut Pria yang kerap menggaungkan slogan “Mari Bersinergi Dalam Kebaikan” ini, tentu yang menjadi pemikiran fundamentalnya bahwa di Kabupaten Lebak, secara administrasi bukanlah daerah tertinggal. Namun, fakta di lapangan masih terdapat sebanyak 11.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tercatat di Rumah Aspirasi MHJB.

“Oleh karena itu, wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang ini terus kami dorong agar terlepas dari ketertinggalan. Salah satunya, penyaluran RTLH sebanyak 50 unit ini diprioritaskan di Desa Gunung Anten. Sebab, jumlahnya dinilai paling terbanyak di Lebak,” ujarnya.

Menurut Putra Sang Mantan Bupati Lebak Dua Periode ini, jika pihaknya akan terus mendorong untuk kemajuan warga di dapilnya. Namun, ia juga meminta doa dan dukungannya, agar semua usulan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.

“Kuota sebelumnya, untuk program pembangunan RTLH setiap tahunnya hanya diberikan kuota sebanyak 20 rumah. Sedangkan saat ini, saya bersyukur karena bisa mendapatkan 50 kuota,” ungkapnya.

Mengenai manfaat kendaraan ambulance tersebut tambah Hasbi, bertujuan untuk mempermudah mobilisasi warga yang tengah memerlukan operasional menuju layanan kesehatan, seperti ke puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

“Siapapun boleh menggunakan ambulance kemaslahatan yang sudah tersedia tanpa harus memikirkan biaya atau gratis. Satu hal yang harus kita kedepankan, yakni dengan membaca keadaan lingkungan. Artinya, peka terhadap warga terdekat terlebih dahulu. Misalnya ada warga yang kondisinya butuh pertolongan, baik secara medis maupun kekurangan materi, maka semuanya diharapkan untuk memberikan keringanan bagi yang dilandanya,”pungkasnya. (ND)

News Feed