oleh

Aliansi Mahasiswa 040 Hukum UMI Soroti Kebijakan Kampus Hingga Kebijakan Pemerintah

MAKASSAR – Mahasiswa fakultas hukum, Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang mengatas namakan kelomponya ‘Aliansi 040 Hukum UMI’, melakukan aksi unjuk rasa dalam momentum hari sumpah pemuda di depan kampus dan depan gedung rektorat UMI, Kamis, (28/10/2021).

Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “matinya supremasi hukum di era Jokowi-Ma’ruf”.

Bung Ariel selaku jenderal lapangan dalam orasinya mengatakan dalam dua priode kepemimpinan Jokowi banyak terjadi ketimpangan dalam penegakan supremasi hukum terkait pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang menyampaikan pendapat di muka umum.

Lanjut, Ariel “bukankah kebebasan berpendapat itu telah diatur dalam konstitusi. Juga isu-isu yang muncul di permukaan yang meresahkan rakyat kecil dan mahasiswa terkait penghapusan BBM premium bersubsidi, dalam penghapusan premium ini akan membawa dampak besar kenaikan tarif angkot dan bahan pokok karena masyarakat lebih dominan menggunakan premium bersubsidi, pada Hari bersejarah ini pemuda harus lebih kritis melihat keresahan – keresahan yang timbul dalam masyarakat, karena ditangan pemudalah yang mampu membawa perubahan besar bagi bangsa indonesia”, tegasnya.

Soroti Kebijakan Kampus

Aksi tersebut berlanjut kedepan gedung rektorat UMI. Merekadisambut baik oleh wakil rektor III.

Salah satu pelaku aksi, Farhan mendesak agar perkuliahan online dihentikan sesuai Surat Edaran Mendikbudristek No. 4 tahun 2021 tentang Pembelajaran Tatap Muka, mahasiswa telah menunaikan kewajibannya membayar UKT namun proses perkuliahan itu tidak berjalan maksimal.

Wakil Rektor III menerima aspirasi dari mahasiswa dan akan menindak lanjuti tutuntan adik-adik ungkapanya.

“Pimpinan kampus jangan menjadikan keputusan Forum Rektor Indonesia untuk dijadikan sebuah kebijakan kampus, karena kondisi zona covid di setiap daerah itu berbeda-beda ini akan menghambat terjadinya prosesi kuliah offline”, tegas Farhan.

Aksi ini diwarnai dengan pembakaran ban bekas dan penutupan jalan yang mengakibatkan kemacetan sepanjang jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

News Feed