oleh

DPRD Pasangkayu Sorot Jembatan Milyaran

PASANGKAYU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pasangkayu menganggarkan pembangunan jembatan dengan pagu anggaran Rp 7.833.112.000 di Dusun Silaja, Desa Sarasa, Kecamatan Dapurang mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Pasangkayu, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Proyek pembangunan jembatan di Dusun Silaja, dimenangkan oleh PT Bintang Tholaling dengan kontrak pekerjaan tercantum di papan proyek dimulai sejak 15 Januari hingga 10 November 2021.

Anggota DPRD partai Hanura, Mirwan mengatakan, pembangunan proyek jembatan yang ada di Dusun Silaja, Desa Sarasa itu tidak dapat selesai tahun 2021, dimana pekerjaan terlihat baru 1 abutmen selesai di cor, sedangkan diseberang sungai sementara dibuatkan rangka besi.

“Dilihat dari papan proyek, mulai pekerjaan 15 Januari hingga 10 November 2021, tapi baru 1 abutmen selesai di cor, sementara notabene warga sekitar aktifitasnya sebagai petani,”terangnya 18/10/2021.

Selain itu, warga Silaja keluhkan jembatan alternatif yang terbuat dari batang kepala dan sangat rendah, ketika air pasang dan hujan turun, maka (jembatan-red) tersebut tidak kelihatan, sehingga sangat susah untuk di lewati.

“Buah sawit milik warga membusuk, dikarenakan mobil tidak bisa masuk melakukan pemuatan, bahkan anak – anak tidak bisa ke sekolah. Saya akan laporkan ke Komisi III karena bidangnya supaya memanggil DPUPR serta rekanannya untuk memberikan penjelasan, kalau persoalan ini tidak segera mendapatkan kejelasan, masyarakat Desa Sarasa mau demo,”jelas Mirwan.

Ditempat terpisah, Sekertaris DPUPR Pasangkayu, Sumarlin mengatakan, jembatan yang dikerjakan di Desa Sarasa itu akan menggunakan rangka baja dan (rangka-red) sementara pengiriman dari tempat perakitan di Jakarta ke Pasangkayu.

“Optimis, bahwa jembatan yang dibangun di Desa Sarasa akan selesai sesuai kontrak, bahkan sudah pernah diskusi dengan perakit rangka jembatan di Jakarta dan katanya untuk pemasangan (rangka-red) paling lama satu minggu itu selesai, jadi saya tidak terlalu khawatir,”jelasnya.

Sumarlin mengakui, soal jembatan alternatif memang tidak dapat dilalui saat debit air sungai meninggi dan saya akan memerintah pihak rekanan untuk memperbaikinya, sehingga warga dapat melewati (jembatan-red) dengan aman.

“Jika memang warga tidak bisa melewati jembatan alternatif ketika debit air tinggi, maka saya akan meminta PT Bintang Tholaling untuk menambah ketinggian (jembatan alternatif-red), biar masyarakat merasa aman melintas dan begitu juga kendaraan mereka,” pungkasnya. (tim)

News Feed