oleh

Huzarni Rani Sebut Banyak Hal Lucu pada Proses Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemprov Babel

PANGKALPINANG – Mantan Kepala Biro Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Huzarni Rani menyoroti pengumuman lelang jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemprov Babel yang akan dilakukan seleksi pada Selasa (19/10/2021) besok.

Menurut dia, ada beberapa kejanggalan terkait proses lelang jabatan Pimpinan Tinggi Pratama tersebut sehingga dia menilai, banyak menimbulkan hal lucu didalamnya, yakni diantaranya, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) tidak dijabat oleh Sekda Babel, sehingga hal ini memperkuat dugaan di masyarakat  bahwa Sekda Babel tidak dilibatkan dalam proses jabatan.

“Selama ini Babel mecah rekor dapat tiga rekomendasi teguran dari KASN karena pelanggaran prosedur lelang jabatan dan  demosi yang tidak sesuai aturan yang diatur dalam UU ASN. Sangat tidak patut Assisten 2 menjadi Ketua Pansel, menjadi tambah lucu esselon 2A menjadi Ketua Pansel yg akan menguji calon eselon 2A,” kata Huzarni kepada wartawan melalui pesan Whatsapp, Senin (18/10/2021).

Kemudian dia melanjutkan, sebelum diumumkan peserta lelang yang dinyatakan lolos persyaratan, sudah beredar di masyarakat bahwa ada dugaan pengaturan nama yang terpilih dalam pemenang lelang jabatan.

“Bahkan kenapa lelang jabatan dibuka bulan Oktober di ujung waktu sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur babel yang akan berakhir bulan Mei yang akan datang. Ternyata diduga punya alasan  tersendiri, yakni menunggu calon jadi memenuhi syarat minimal gol 4 b tmt 1 okt 2021 utk bisa ikut daftar sbg calon peserta lelang jabatan Kadis esselon 2A,” ujarnya.

Selanjutnya, dia mengungkapkan, sebelum lelang jabatan dibuka, sudah beredar isu di masyarakat bahwa telah ditentukan diduga calon jabatan seperti Kepala Dinas PUPR Babel akan diisi oleh Jantani, Kepala Dinas ESDM, Amir Syahbana, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Zanuari Anizar.

“Kepala Dinas Kesehatan, Andri Nurtito, Assisten Administrasi Umum, Sekretariat Daerah Provinsi Babel, Rahmad Dalu sedangkan Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Babel, Ahmad Yani,” sebutnya.

“Kemudian, jabatan Assisten 1 Setda yang kosong dipegang Plt tapi yang dilelang assisten 3 yg masih ada pejabat definitif drg Mulyono harusnya hal itu tdk patut terjadi dan dpt diduga drg Mulyono akan di nonjob bulan November yang akan datang bersamaan dengan pelantikan hasil lelang saat ini krn jabatannya sdh dilelang dan sdh ada  calon terpilih sbg assisten 3 krn aturannya jabatan msh ada pejabat aktif tdk dilelang,” imbuhnya.

Selain itu, dia menerangkan, Kepala Dinas Perhubungan Babel, Assisten 1 Setda dan Direktur RSUP yang dipegang Plt tidak dilelang terbuka dan akan melalui jalur khusus jobpit, seperti dalam lelang pengadaaan barang jasa dengan metode PML pemilihan langsung, dimana calon pemenang hanya menyiapkan dua calon pendamping utk melengkapi syarat minimal tiga calon.

“Setahu saya lelang jabatan dg cara jobpit adalah alih mutasi antar jabatan  bukan bersifat promosi dan dilakukan pd kesempatan pertama pd waktu posisi jabatan tsb kosong bukan utk posisi yg sdh lama kosong,” ujarnya

“Untuk jobpit Kadishub beredar di masyarakat dan diduga disiapkan utk pejabat dari Basel sedangkan utk asisten1 diduga disiapkan utk Plt assisten 1 saat ini, dan tersisa jabatan Dir RSUP yg sdh lama kosong di jabat plt belum dilelang diduga belum ada minat atau belum ada calon jd yg cocok” tandasnya. (red)

News Feed