oleh

Warga Tanjung Harapan Kecewa atas Pengalihan Pengerjaan Rabat Beton

PASANGKAYU-Warga tanjung harapan sangat kecewa dengan adanya pengalihan pekerjaan lorong, dimana (lorong-red) yang seharusnya dikerjakan sepanjang 76 meter di jalan masuk Masjid Khaeril Mubarag, tapi nyatanya dialihkan.

Keluhan warga setempat terkait pengalihan pekerjaan lorong masuk Masjid Khaeril Mubarag ke lorong sebelahnya tanpa sepengetahuan (warga setempat-red), sabtu 16/10/2021.

Salah satu warga tanjung harapan sangat menyayangkan dengan ada pengalihan pekerjaan rabat beton yang di alihkan ke lorong tembusan Dinas Pariwisata.

“Apalagi saya warga tanjung harapan melihat langsung pada saat dilakukan pengukuran lorong Masjid Khaeril Mubarag,”ungkap warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Tambah dia, kami selalu warga tanjung harapan sangat senang, ketika lorong Masjid Khaeril Mubarag di kerjakan.

Kan jalan masuk Masjid Khaeril Mubarag panjangnya hanya kurang lebih 76 meter saja.

“Mengapa anggaran pekerjaan tersebut dialihkan,”ucapnya.

Tambah salah seorang warga lainnya mengatakan, alasan dialihkan pekerjaan lorong dikarenakan tidak cukup 3 meter.

Sedangkan, lorong nelayan lebarnya hanya sekitar 3 meter dan itu sudah rabat beton, sementara (lorong-red) Masjid Khaeril Mubarag tidak bisa dikerjakan dengan alasan tidak cukup 3 meter.

“Saat ini, lorong Masjid Kharil Mubarag lebarnya sudah 4 meter, maka kami warga Tanjung Harapan sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu agar dapat memperhatikan jalan lorong Masjid Khaeril Mubarag,”harapnya. (Roy Mustari)

News Feed