oleh

Ditanya Soal Dua Unit Excavator yang Tak Ikut Diamankan, Dirkrimsus: “Tanya penyidik”

PANGKALPINANG-Memasuki 2×24 jam, atau Kamis (26/8/21) petang,  dua excavator yang sebelumnya ikut dioperasikan di atas tambang yang diduga ilegal milik Amuk masih belum jelas keberadaan dan statusnya.

Pihak kepolisian yang dalam hal ini Polres Bangka sendiri terkesan menolak memberikan konfirmasi dari wartawan.

Sementara itu Dirkrimsus Polda Babel Kombes. Pol Haryo Sugihartono yang juga sempat dikonfirmasi malah melempar ke penyidik Polres Bangka yang menangani perkara.

“Silahkan tanya ke penyidiknya mas,” jawab Kombes. Pol Haryo singkat dalam pesan whatsappnya, kamis petang.

Sebelumnya wartawan sempat mempertanyakan keberadaan dan status excavator warna orange merek Hitachi yang sebelumnya akan disita pada rabu (25/8/21) siang kepada Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ayu. Kusuma Ningrum, namun tak memberikan jawaban.

Begitu pula dengan Kapolres Bangka AKBP. Widi Haryawan yang tak membalas konfirmasi.

Diketahui, pihak Polres Bangka hanya mengelandang satu unit excavator Hitachi warna orange dari lokasi IUP OP PT. Timah. Tbk yang dijarah oleh Amuk Perot pada Rabu petang.

Proses penyitaan dan evakuasi pihak penyidik sendiri sempat diwarnai aksi bersitegang antara wartawan yang liputan dengan beberapa orang pemilik tambang.

Padahal pada saat penggerebekan pada Selasa (24/8/21) lalu didapati tiga unit excavator Hitachi warna Orange yang beroperasi.

Namun Polres Bangka hanya mengamankan satu unit yang saat ini terparkir di sisi kanan barak pada halaman belakang Polres Bangka.

(Red)

News Feed