oleh

Jelang HUT Kemerdekaan, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan DKI Jakarta Lakukan Kolaborasi Program

JAKARTA – Dalam angka memeriahkan (HUT) Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Propinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan sekaligus koordinasi persiapan sekaligus merancang program kerja sama dengan Kepala Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa 10/08 bertempat di Aula Anjungan Riau TMII.

Ketua FPK DKI Jakarta dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Anjungan Riau di TMII yang telah menyediakan fasilitas Anjungan untuk kelancaran dan dukungan FPK DKI Jakarta dalam mempersiapkan kemeriahan menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-7 untuk diskusi dan mempersiapkan kemeriahan lainnya.

“Keberadaan FPK DKI Jakarta memiliki misi bersama yakni menjadi wadah yang mempererat keharmonisan antarmasyarakat lintas multi etnis, suku, agama dan budaya, pemersatu seluruh unsur masyarakat yang ada di DKI Jakarta,” jelas Ketua FPK DKI Jakarta.

Keterangan Foto: Perwakilan FPK DKI Jakarta saat berdiskusi di Anjungan RiauTMII, 10/08)

Syamsul Zakaria, SH., MH juga menjelaskan bahwa FPK DKI Jakarta ke depan akan bekerja berdasarkan Pergub DKI Jakarta, Nomor Tahun 2013 tentang Pedoman Organisasi dan tata cara Forum Pembauran Kebangsaan DKI Jakarta melalui aneka program dalam kerangka mendukung pemerintahan dalam membangun wadah pembauran kebangsaan dari multi etnis melalui aneka program kerja sama untuk merawat kebangsaan.

“FPK DKI Jakarta ke depan akan membangun kerja sama lintas institusi untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam satu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ada di DKI Jakarta Khususnya,” tegas Bang Syam sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu juga turut memberikan sambutan, Kepala Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah Bapak Datuk Dr. Zilfikar. Beliau mengharapkan ada kerja sama kolaborasi kerja sama untuk bidang promosi dengan FPK DKI Jakarta.

“FPK DKI Jakarta harus menjadi jembatan kebangsaan sekaligus bisa menjadikan Anjungan Riau ini sebagai etalase budaya. FPK bisa dapat turut mendukung semua anjungan di NTT ini sebagai epicentrum budaya kebangsaan dengan luasan lokasi 150 hektare ini,” tegas Datuk.

Datuk menambahkan bahwa kondisi kebangsaan kita saat ini perbedaaan karakter menjadi bahan cemoohan karena selalu dibawa ke ranah politik. NKRI kita belum mandarah daging.

“Sejauh mana kesatuan kita dalam meresapkan dalam diri kita masing-masing sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia ? Hal ini belum mandarah daging, perbedaan karakter masih menjadi bahan cemoohan” Imbuh Datuk, nama julukan budaya untuk kebangsaan Riau.

Dalam Sambutan yang sangat berapik-apik Datuk juga memberikan selingan berupa pantun sebagai simbol keunggulan orang Riau. Berikut Pantun yang Datuk sampaikan,

“Embun menitik ditengah pulau”
“Nelayan melaut menangkap Ikan”
“Sunnguhlah baik kita bertemu antar pulau”
“Lengkaplah sudah kita bangun persaudaraan kebangsaan” (Dr. Zulfikar)

Mengakhiri sambutan Datuk yang juga pernah berpengalaman sebagai Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Riau menitipkan harapan kepada FPK agar menjadi wadah kolaborator dan mendukung managemen TMII untuk terbuka dalam pengelolaan agar menjadi etalase produk lokal seluruh Indonesia dan turut menghapus fanatisme culture.

“Saya mengharapkan FPK bisa menjadi kolaborator untuk menghapus fanatisme culture agar wawasan kebangsaan untuk kesatuan dapat meresap dalam diri kita sebagai NKRI,” tandasnya. (red/Mu)

News Feed