oleh

Mengalami Inflasi Ringan, Yakni, Sebesar 0,52 Persen

PANGKALPINANG – Selain itu, Molen mengungkapkan, Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima oleh Pemkot Pangkalpinang dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2021 yakni sebesar Rp422.862.442.000,-, yang mengalami penurunan sebesar Rp14.057.442.000,-.

“Sehingga dengan kenyataan tersebut, maka pendapatan daerah Kota Pangkalpinang yang bersumber dari DAU pada tahun 2022 diestimasikan sama, sebesar Rp422.862.442.000,-,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia menjelaskan optimalisasi pendapatan daerah menjadi suatu kebutuhan, maka untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan beberapa kebijakan, yakni antara lain, melanjutkan dan memperbaiki program inovasi yang telah dilakukan, serta menggali inovasi baru dalam intensifikasi pajak daerah.

“Kemudian, melakukan penyusunan tagihan potensi pajak dan retribusi daerah, meningkatkan pengolahan aset dan keuangan daerah agar lebih efisien untuk mendatangkan pendapatan daerah melalui retribusi daerah atau pendapatan sewa,” terangnya.

Kebijakan pembiayaan daerah di Kota Pangkalpinang, diutarakan dia, diarahkan untuk menjaga agar keuangan daerah tetap dalam kondisi surplus, dan jika terjadi defisit anggaran, sedapat mungkin ditutup dengan sisa lebih penghitungan anggaran.

“Dengan demikian, kami berharap kepada pihak legislatif agar Rancangan KU-APBD dan PPAS-APBD Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2022 dapat dibahas dan disepakati bersama tepat waktu,” (Budi)

News Feed