oleh

Masuk Zona Merah, Pemkab Takalar Gerak Cepat

TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar melakukan gerak cepat semenjak mengalami perubahan zona penyebaran Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel menaikkan status Takalar ke Zona Merah setelah sebelumnya Zona Orange.

Penjabat Sekda Takalar Muhammad Hasbi mengaku, akan melakukan rapat mendadak bersama semua elemen penanganan Covid setelah memperoleh informasi resmi pada Kamis 29 Juli 2021 sore.

Kata Hasbi, yang pertama dilakukan adalah menerbitkan edaran bagi seluruh sekolah di semua tingkatan untuk menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Surat Edaran penundaan PTM untuk sekolah kami sudah terbitkan. Bapak Bupati langsung menandatangani suratnya siang tadi. Semua jenjang pendidikan kita minta untuk menunda,” tambahnya.

Selanjutnya, Pemkab bersama Satgas Penanganan Covid-19 Takalar akan meningkatkan pengawasan aktifitas masyarakat di malam hari.

“Aktifitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan yang diatur dalam protokol kesehatan akan kita tindak. Ini butuh kesadaran bersama warga untuk menghindari kerumunan,” urainya.

Langkah-langkah itu akan dievaluasi secara berkala oleh pemkab bersama Satgas Covid-19.

“Langkah itu akan kita amati perkembangannya selama sepekan ke depan. Sekali lagi, kami harapkan kesadaran bersama seluruh warga Takalar untuk bahu membahu menyikapi laju Covid ini,” kata birokrat muda ini.

Untuk aktifitas perkantoran, Hasbi menjelaskan telah menginstruksikan kepada pimpinan OPD dan Unit Kerja untuk mengatur persentase aktifitas bekerja bagi ASN.

“Kita akan atur persentase kerja bagi ASN. Sesuai regulasi, 75% ASN akan Bekerja dari Rumah atau Work From Home (WFH). Sisanya, 25% akan bekerja di kantor,” jelasnya.

Untuk jangka pendek, Pemkab bersama Satgas Covid-19 akan menggelar Apel Terbatas yang akan dirangkaikan penyemprotan massal disinfektan di beberapa tempat strategis.

“Di Takalar ada kantor layanan pemerintahan yang memiliki belasan pegawai terkonfirmasi Covid. Jadi mulai besok, beberapa tempat akan dilakukan penyemprotan disinfektan. Mohon dukungannya semua yah,” tutupnya.

Reporter: Suherman Tangngaji/Prokopim

News Feed