oleh

Jargon “Saya Sappol” Banjiri Kolom Komentar

GOWA – Media sosial merupakan inovasi teknologi dalam berkomunikasi. Terlebih di era seperti saat ini kebutuhan untuk berinteraksi semakin meningkat.

Dengan adanya platform seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp mampu mengembangkan ruang gerak dan menciptakan masyarakat dunia global.

Berbagai fitur terdapat di dalamnya, salah satunya kolom komentar. Fitur ini merupakan sarana dialog antara penulis dan si pembaca.

Belakangan ini, para netizen ramai mengawal kasus oknum Satpol PP yang diduga menganiaya sepasang suami istri di Kabupaten Gowa.

Buntut dari kejadian itu, warganet acap kali berkomentar nyeleneh menggunakan istilah “Saya Sappol” di kolom komentar media sosial.

Ditelisik, sindiran itu merupakan impersonate dari penggalan video amatir saat seorang pria berseragam coklat mengaku petugas Satpol PP masuk ke kedai kopi, namun bukan untuk bersantai, melainkan bersitegang dengan pemilik kedai pada Rabu (14/7/2021) malam.

BACA JUGA:

Video amatir hingga rekaman CCTV beredar luas hingga viral dan menjadi perbicangan panas warganet.

Dalam penggalan video, oknum tersebut menyebut dirinya dari Satpol PP atau Kesatuan Polisi Pamong Praja.

Sikapnya yang dikecam karena dinilai arogan, netizen pun meluapkan emosinya melalui jargon menggunakan istilah itu. Bahkan foto dan video oknum kerap dijadikan meme atau bahan lelucon.

Tak luput, warganet juga meminta kepada Kepala Daerah di wilayah satuan tugas untuk memecat dan memberikan sanksi berat atas perbuatannya.

Melansir laman wikipedia, sejarah dan terbentuknya Polisi Pamong Praja didirikan di Yogyakarta pada tanggal 3 Maret 1950 dengan moto Praja Wibawa.

Meski tahun berdirinya berbeda di setiap wilayah, namun tugas dan fungsinya tetap sama yaitu menjaga keamanan dan stabilitas negara.

Pamong sendiri berasal dari bahasa jawa “Among” atau “Emong” yang berarti mengasuh atau mengayomi.

Sedangkan Praja merupakan bahasa jawa kuno yang berarti kerajaan atau sebuah negara meliputi penduduk atau masyarakat.

Jadi secara harfiah jika dua kalimat tersebut dihubungkan, maka Pamong Praja memiliki makna Pengasuh Negara atau Pengayom Masyarakat.

(iwan)

News Feed