oleh

Penjelasan BMKG Soal Hujan di Musim Kemarau Hingga Banjir di Beberapa Wilayah

MAKASSAR – Belakangan ini sejumlah wilayah tengah di landa banjir akibat curah hujan yang deras. Tak sedikit pula masyarakat bertanya soal kondisi cuaca yang tidak menentu terlebih di musim kemarau seperti saat ini.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Jeneponto beberapa hari lalu. Banjir bandang menerjang rumah warga akibat intensitas air tinggi sehingga beberapa dari mereka terpaksa harus mengungsi.

Melalui pesan group, BMKG menjelaskan bahwa hujan yang terjadi belakangan ini merupakan sebuah anomali atau terdapat suatu gangguan dalam dinamika atmosfer di mana terdapat peran interaksi antara lautan dan atmosfer.

Beberapa gangguan atmosfer yang terpantau yaitu terdapat pertemuan massa udara (konvergensi) yang mampu meningkatkan dan mendukung aktivitas pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat.

Selain itu, adanya faktor lain berupa suhu muka laut terutama di perairan selat Makassar bagian selatan dan sekitarnya yang cukup hangat juga akan berkontribusi dalam percepatan pertumbuhan awan-awan hujan.

“Yang perlu menjadi perhatian juga bahwa, musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan, terdapat hujan namun intensitasnya berkurang. Dan kenapa bisa hujan lebat hingga banjir pada wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng dan Jeneponto? Jawabannya seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa terdapat faktor pengganggunya,” urainya.

Pihak BMKG mengaku, kondisi tersebut, tidak akan berlangsung lama, tergantung fenomena yang mengganggu atmosfer ini seberapa lama akan hilang.

“Dan biasanya 3 hari atau paling lama seminggu sudah kembali normal,” tutupnya, Jumat (9/7/2021).

(Iwan)

News Feed