oleh

Dorong Pemenuhan Pangan B2SA, Naoemi Octarina Harap Bisa Cegah Angka Stunting

MAKASSAR – Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina menghimbau masyarakat pentingnya memanfaatkan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan keluarga.

Hal itu disampaikan Naoemi saat menjadi narasumber pada Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bagi Aparat dan Kelompok Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Rabu (7/7/2021). Secara daring dari Rujab Wagub Sulsel, Naoemi memaparkan mengenai “Peran PKK Dalam Peningkatan Gizi Keluarga”.

Ia pun mengajak agar memanfaatkan pekarangan membuat lahan pekarangan menjadi produktif. “Dengan keberhasilan pemanfaatan lahan pekarangan melalui HATINYA PKK secara tidak langsung akan menambah perbaikan asupan gizi bagi keluarga serta bisa menjadi penghasilan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, PKK sebagai organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan perempuan, turut berpartisipasi dalam mendukung ketahanan pangan tingkat rumah tangga. “Tim penggerak PKK merupakan salah satu organisasi yang berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan. PKK melalukan pendekatan kepada masyarakat, utamanya ibu-ibu, karena Ibu memiliki peran besar bagi keluarga, khususnya dalam pemenuhan gizi yang baik untuk keluarga. Namun hal juga dibutuhkan dukungan dari ayah,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi ini, para peserta pun tampak antusias memberikan pertanyaan maupun masukan terhadap PKK Provinsi Sulsel. Mulai dari Gowa, Sidrap, bahkan peserta dari Kabupaten Enrekang.

Naoemi pun merespon pertanyaan para peserta, seperti dari peran, langkah, serta upaya PKK pentingnya pangan B2SA bagi tumbuh kembang anak, salah satunya dalam mencegah stunting.

Untuk mencapai gizi seimbang, bukan hanya dari sayuran. Tentu dipadukan dengan pangan lainnya, misalnya dari protein nabati maupun hewani.

Beberapa giat PKK lainnya dalam Festival Pangan Lokal. Dimana dalam kegiatan ini akan memperkenalkan makanan pangan lokal yang sehat.

“PKK juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan, seperti yang dilakukan kelompok ibu-ibu di Toddopuli, dengan melakukan penanaman sayuran hidroponik. Bukan hanya dikonsumsi untuk masyarakat sekitar, namun kini sudah berpenghasilan. Sehingga terjadinya menciptakan ekonomi bagi ibu-ibu,” katanya.

Beberapa peran PKK yang termasuk dalam 10 program pokok PKK, diantaranya gerakan halaman, asri, teratur, indah dan nyaman (HATINYA PKK), B2SA (Pangan Beragam Bergizi, Seimbang dan Aman), serta pengembangan olahan pangan lokal. “Tim penggerak PKK mendukung dalam aspek legalitas terhadap pelaksanaan dan pengembangan B2SA dan olahan pangan lokal, tim penggerak PKK terlibat langsung mulai dari perencanaan festival pangan lokal mulai dari tingkat desa Kabupaten provinsi dan nasional,” ungkapnya.

Olehnya itu, dirinya menekankan, “bagaimana PKK bisa memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga kesadaran masyarakat pentingnya ketahanan pangan lokal bagi keluarga sehingga utamanya anak-anak bisa mengkonsumsi makanan yang sehat sesuai dengan potensi daerah masing-masing,” pungkasnya.

Ia pun berharap, sosialisasi B2SA bukan hanya sekedar kegiatan seremonial, namun dibutuhkan monitoring dan evaluasi agar bisa berkesinambungan dilakukan di daerah.

Naoemi mengaku senang mendengar kabar jika penerapan pangan B2SA bisa memberikan efek pada penurunan stunting di Kabupaten Enrekang. “Alhamdulillah, semoga pemenuhan pangan B2SA bisa juga berdampak untuk daerah lainnya. Insya Allah, dengan kolaborasi dan kerjasama dari semua lintas sektor, kita bersama dalam upaya penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

(Firmansyah/Rils)

 

News Feed