oleh

Pemborong Belitung  Inisial CA  Didapati Tak Menuhi Persyaratan Estetika

BABEL-Kapabilitas PT. Peduli Bangsa selaku penyapu bersih 3 proyek jalan senilai Rp 27 Miliyar di Belitung tahun 2021 ini makin dipertanyakan.

Hasil investigasi terbaru wartawan menyebutkan proyek yang digarap seorang pemborong Belitung  berinisial CA tersebut didapati tidak memenuhi persyaratan estetika.

Box Culvert yang dibangun terlihat  tidak kuat, tidak indah dan tidak menarik. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi arsitik bangunan.

Bahkan sumber wartawan yang sempat bekerja dengan CA menyebutkan proyek tersebut banyak yang asal asalan.

Kepada wartawan investigator redaksi An mengatakan mencontohkan pekerjaan box culvert di daerah Renggian yang dikerjakan asal selesai.

An mengatakan bahkan dirinya tahu persis  karena pernah terlibat dalam pekerjaan tersebut. Dan dirinya pun sempat mengingatkan bahwa beberapa hasil minor dari pekerjaan tersebut supaya dibenahi, namun hal tersebut tak diindahkan.

“Kesan yang saya terima proyek ini dikerjakan asal bapak senang. Saya tahu persis karena ikut terlibat saat itu pak. Lihat saja hasilnya banyak bolong-bolong disebabkan proses pengecoran yang tidak benar,”

“Tak hanya bolong-bolong saja, melainkan ada besi box culvert tersebut yang kelihatan dari luar tidak tertutup dengan cor. Seharusnya itu tidak terjadi karena pengaruhnya nanti lama kelamaan besi box culvert tersebut berkarat dan dapat menggangu struktur bangunan tersebut,” urai An kepada tim wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (30/6/21) lalu.

Menurut An, pemborong berinisial Ca tersebut merasa pede, karena kedekatannya dengan seorang petinggi. An bahkan menyebutkan bahwa info yang didapatnya saat itu, proyek ini sendiri merupakan titipan dari sang petinggi tersebut.

“Itu baru satu contoh pak, ada banyak proses pengerjaan tersebut yang asal asalan atau tak sesuai. Tapi nanti saja kita tunggu sampai selesai. Akan saya kasih tau di mana pekerjaan tersebut baik yang dapat terlihat oleh mata maupun yang tersembunyi atau tidak bisa kelihatan. Tapi saya tau persis karena saat itu saya ikut dalam pekerjaannya.”

“Kalau kemarin ada LSM yang mengatakan alat-alatnya bagus, layak dan sebagainya, betul itu. Tapi itu barang baru beli semua. Baru didatangkan setelah menang tender ini, bukan sudah ada pada saat mengikuti lelang. Nah waktu ikut lelang peralatannya yang mana yang disodorkan sebagai alat pendukung saya tidak tau lah.”

“Terus kalau LSM itu bilang pekerjaannya bagus, saya pertanyakan itu, mereka ikut kerja apa tidak. Jadi pertanyaan saya kalau ada yang bilang pekerjaannya baik. Nanti kita buktikan, kita mentahkan komentar LSM itu,” jelas An lagi.

“Pemborong Ca itu setahu saya sudah tidak dapat lagi borongan di proyek Kabupaten. Diduga itu lantaran faktor dokumen yang dimiliki amburadul. Oleh sebab itu saya heran jika bisa menang di proyek provinsi. Apalagi tiga paket sekaligus. Nilainya puluhan miliar rupiah lagi. Yah itu yang saya bilang tadi mungkin faktor kedekatan dengan petinggi tadi,” timpal An

 

Sebelumnya, Ahmed Ali Hamdani, PPTK proyek sempat ditemui wartawan. Dalam wawancara terbuka tersebut, Ahmed hanya mengatakan bahwa peralatan pendukung atau pun dukungan yang dimiliki PT. Peduli Bangsa tersebut telah sesuai. Ahmed bahkan mengaku telah klarifikasi dengan Kejaksaan dalam hal ini.

“Kami sudah diklarifikasi itu sama Jaksa pak,” jelas Ahmed dibincangi di kantornya belum lama ini.

Untuk diketahui, PT. Peduli Bangsa pada tahun ini memenangkan 3 tender proyek jalan di Provinsi Babel. Sebanyak 3 paket proyek jalan di Provinsi yang berhasil dimenangkan itu, diantaranya proyek jalan Renggiang-Gantung Rp9 Miliar, proyek jalan Sijuk-Buding Rp12 Miliar, dan proyek jalan Perawas Rp6 Miliar.

Hingga berita ini di tayangkan redaksi masih upaya konfirmasih kepada pihak PT peduli bangsa.atau pihak pihak terkait.

(Red)

News Feed