oleh

Menghadiri Aksi III Rembuk Stunting, Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto Harapkan Ini

JENEPONTO – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, terus berkonsultasi dan mengawal untuk menurunkan dan mencegah terjadinya stunting.

Terlihat, Ketua komisi IV, H. Kaharuddin Gau, menghadiri kegiatan aksi III Rembuk Stunting yang digelar oleh dinas kesehatan.

Pada kesempatan itu, H. Kaharuddin Gau, menyampaikan, bahwa dengan aksi III rembuk stunting yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten jeneponto melalui Dinas Kesehatan, semoga apa yang dilakukan ini yang terbaik bago masyarakat minimal menurunkan stunting yang ada di kabupaten jeneponto.

“Saya berharap dinas kesehatan menyiapkan alat ukur yang bisa mengatakan bahwa ini ada penurunan atau naiknya angka stunting, karna kalau cuma sarung yang dipakai maka bisa mempengaruhi nilai angka stunting,”harapnya, kepada awak media sekilasindonesia. id saat selesai menghadiri rembuk stunting diruang kalabirang rujab Jeneponto, Rabu (30/6/2021).

Ia pun menambahkan, bagaimana bayi dan ibu hamil perlu diperhatikan juga adalah asupan gizi yang cukup penting dari anak sejak 1.000 hari lahir sampai dewasa.

“Harus diberikan makanan tambahan yang cukup mulai dari kecil hingga dewasa,” pungkasnya.

Kata dia, untuk anggaran penanganan stunting ini dari DAK dari pemerintah pusat. Terkait dengan penambahan anggaran, dia sampaikan melihat dulu perkembangan anggaran atau kondisi keuangan, karna banyak Repokusi -Repokusi anggaran.

Berita sebelumnya, Bupati Jeneponto
Iksan Iskandar, mengatakan bahwa kegiatan rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan untuk memastikan permasalahan yang ada.

Rencana kegiatan dan pelaksanaan kegiatan intervensi penurunan Stunting yang dilakukan bersama-sama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penanggungjawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dalam upaya percepatan pencegahan stunting.

“Saya berharap Output dari kegiatan rembuk Stunting ini dapat melahirkan Komitmen bersama penurunan stunting khususnya di 20 desa/kelurahan yang menjadi lokus,” ucapnya.

(Firmansyah)

 

 

News Feed