oleh

Dampak Pembongkaran Kios, Sejumlah Pedagang Sentral Nuwo Intan Mengeluh

KOTA METRO – Sejumlah pedagang yang berada di sentral kuliner Nuwo Intan mengeluh lantaran tidak diperhatikan tempat kios yang terdampak dari pembongkaran.

Salah satu pedagang nuwo intan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa, “Kami pedagang nuwo intan yang sudah lama menempati kios yang disediakan oleh Pemerintah Kota Metro terdampak akibat dari pembongkaran kios untuk perluasan kantor dekrasnada,” Ujarnya saat diwawancara awak media, Rabu, (30/06/21) .

Ia menjelaskan, Sangat disayangkan dari Dinas Perdagangan Kota Metro tidak memperhatikan para pedagang yang terdampak dari pembongkaran kios tersebut. Sedangkan untuk pengolah Nuwo Intan Sri Sundari dan Sholeh dengan pedagang lama tidak adanya komunikasi dengan pihaknya.

“Maksud kami, para pedagang dengan pengolah Nuwo Intan duduk bareng. Untuk mengetahui mana saja pedagang aktif yang menempati kios tersebut. Sedangkan yang berdagang aktif hanya empat pedagang saja. Namun, saat kami menanyakan tempat yang strategis. Pihak pengolah Nuwo Intan Sri Sundari mengatakan kios sudah penuh,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga Pengolah Nuwo Intan dengan pedagang lama yang terdampak dari pembangunan pro kontra, lantaran tidak membayar uang sewa- menyewa sebesar Rp 300.000 per/bulan dengan dalih untuk membayar listrik dan air.

Lanjutnya, Dulu pernah pihak dinas perdagangan menyampaikan diperuntukkan secara gratis fasilitas yang ada di Nuwo Intan. Jika nanti kedepannya ramai, maka akan dikenakan retribusi seperti dipasar.

“Kalo dikenakan retribusi kami pedagang Nuwo Intan sepakat mengikuti aturan.Harapan kami pedagang lama, diprioritaskan ditempatkan yang paling depan, jangan pedagang lama yang aktif ditempatkan di dekat Toilet,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi awak media, Dinas Perdagangan Kota Metro tidak ada di tempat. (Tim).

News Feed