oleh

LIN Kritisi Lemahnya Pengawasan Proyek Renovasi Sekolah

LEBAK – Lembaga Investigasi Negara (LIN) mengkritisi lemahnya pengawasan Satuan Kerja (Satker) pengerjaan rehabilitasi sekolah di Kabupaten Lebak yang memakan anggaran miliaran rupiah dari Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Ketua LIN M. Ibrahim atau biasa disapa Boim, menduga Satker yang ditunjuk langsung oleh kementerian kurang memantau jalannya proyek di sekolah-sekolah yang telah direnovasi menggunakan anggaran tahun 2020.

Kurangnya pengawasan renovasi tersebut dikerjakan oleh pihak rekanan atau PT diketahui setelah pihaknya melakukan investigasi di lapangan.

Padahal, kata Boim, tidak sedikit uang negara yang digelontorkan untuk renovasi di beberapa sekolah dasar yang ada di Kabupaten Lebak, bahkan nilainya hingga mencapai puluhan miliar rupiah.

Pembagunan meliputi rehab ruang kelas, perpustakaan sekolah, ruang guru, toilet, ruang laboratorium, ruang praktek siswa, mushola, sarana dan prasarana hingga rumah dinas guru.

“Hasil pekerjaannya pun diduga asal-asalan atau tidak maksimal. Dan saya menilai hasil pekerjaan pun tidak akan awet atau bertahan lama. Saya juga menduga pihak kontraktor ada main mata dengan Satker karena ada pembiaran hasil perkerjaan yang diduga asal-asalan yang dikerjakan oleh kontraktor,” ucapnya.

Hingga berita ini ditayangkan awak media belum dapat mengkonfirmasi pihak Satker ataupun Kontraktor.

Dra/tim

News Feed