oleh

Aktivis GAM Menuntut Kejelasan Kasus Pembunuhan di Bantaeng

MAKASSAR – Aksi protes (Jilid VII) kembali dilakukan oleh Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) di Mapolda Sul-Sel yang diduga mangkir sejak tahun 2019 hingga saat ini belum ada kepastian hukum.

Aksi yang bertepatan dengan adanya kunjungan Kapolri di kantor Polda Sulawesi Selatan (Sul-Sel) terkait kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Aksi ini sempat membuat suasana sedikit memanas dengan peserta aksi, Senin (29/3/2021).

Puluhan Aparat kepolisian berusaha menahan massa aksi dan memohon untuk tidak menyampaikan orasi.

“Tahan dulu dek, tahan ya, ada Kapolri di dalam masalahnya, jangan orasi dulu yaa saya minta tolong dek, kita bicarakan saja baik-baik dek”, ucap personel kepolisian.

Di tempat yang sama, Muhammad Ilyas Sebagai Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (Pangbes GAM) Menyampaikan dengan tegas rasa kekecewaannya terhadap penyidik kasus pembunuhan Alm. sugianto di Bantaeng yang ditangani Dirkrimum Polda SulSel.

“Kami datang baik-baik, saya tidak ada urusan dengan Kapolri, Saya hanya ingin ketemu dengan penyidiknya di dalam, Kami muak di PHP terus sama mereka”, tegas Ilyas.

Kata Ilyas, minggu lalu sewaktu aksi, mereka dijanji bahwa akan dilimpahkan berkasnya ke Kejati Sul-Sel dalam waktu lima hari, setelah seminggu kemudian malah tidak ada kejelasan. Bahkan dihubungi via whatss app tapi tak dibalas.

Setelah terjadi adu mulut yang cukup lama, massa aksi kemudian dibolehkan aparat kepolisian untuk dipertemukan dengan Wasidik di ruangan Dirkrimum Polda SulSel untuk melakukan audiensi.

Kabag Wassidik AKBP. Burhan Sakra, S.H. M.H., menyampaikan bahwa berkas perkara tinggal menunggu disposisi pimpinan.

Setelah mendengar jawaban dari Kabag Wassidik Dirkrimum Polda Sul-Sel, Perwakilan GAM juga mengirim surat ke Kapolda Sul-Sel dan Direktorat Profesi dan Pengamanan (Dirpropam) Polda Sul-Sel sebagai bentuk pengaduan/laporan atas lambatnya pelimpahan berkas perkara dari Polda Sul-Sel ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sul-Sel.

Muh. Ilyas (Pangbes GAM) kemudian menginstruksikan massa aksi untuk pulang dan melakukan rapat evaluasi gerakan.

News Feed