oleh

Tim Babel Peduli Taklukan Jalur Ekstrim SULBAR Demi Misi Kemaunisaan

MAJENE,- Medan berat bukan jadi penghalang bagi tim relawan Babel peduli dalam menyalurkan bantuan korban gempa. Sejumlah rintangan, seperti jalur jalan rusak dengan bebatuan dan sungai, berhasil dilalui demi menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Desa Tandialo,(27/03/2021).

Pengalaman ini diceritakan oleh salah satu tim relawan Babel peduli Ipda Mario Hantus Panggabean  yang akrab disapa Mario merupakan anggota Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung. Relawan yang terbentuk dalam Babel Peduli dibantu komunitas Indonesia Off-road Federation (IOF) bertugas selama sepuluh hari untuk membantu korban gempa di majene & mamuju. Mario dan relawan kemanusiaan lainnya mendatangi Desa Tandialo yang sempat terisolir.

Penyaluran bantuan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua melalui jalur yang cukup ekstrim. Mario mengakui, sulitnya medan jalan yang ditempuh tidak menyurutkan niatnya untuk menyalurkan bantuan ke Desa Tandialo. Relawan yang berjumlah Empat belas orang ini terdiri dari 12 orang yang menggunakan mobil jenis jeep dan 2 orang yang menggunakan sepeda motor, perjalanan menempuh waktu beberapa jam untuk bisa mencapai Lokasi.

Ipda Mario Hantus Panggabean Menyerahkan Simbolis Bantuan Kepada Perwakilan Warga Desa Tandiallo, Kec Ulumanda, Sulawesi Barat.

“Alhamdulillah kami bisa sampai setelah menempuh perjalanan yang cukup ekstrim. Sulitnya medan tidak menyurutkan kami untuk tetap menjalankan misi kemanusiaan. Setiba dilokasi langsung kami salurkan bantuan. Dan rasa lelah kami terbayarkan setelah bisa melihat senyum para warga desa yang menerima sedikit bantuan kami dari Kepulauan Bangka Belitung,” Pungkas Mario.

Sebelumnya Asisten I Bidang Pemkesra Setda Sulbar Muh. Natsir menerima kedatangan Tim Kerja/ Tim Aju Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Posko Induk Transisi Darurat Kepemulihan Bencana Gempa Bumi Sulbar (Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar), Sabtu 20 Maret 2021.

Kedatangan Tim Kerja/ Tim Aju Dari Kepulauan Babel, membawa Bantuan kemanusiaan berupa pembangunan mesjid dari pemprov kep. Babel dan pemberian paket sembako dari polda kep. Babel dan bhayangkari sebanyak 1.000 paket senilai 250 juta, bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Kegiatan berlangsung mulai tgl 20-30 maret 2021 yang dilakukan di desa kabiraan, desa tandialo, desa salutambung, desa bopenga dan desa ulumanda. Hasil kegiatan paket sembako di bagikan kepada setiap desa yaitu: desa kabirahan mendapatkan 419 paket, desa tandialo 140 paket, salutambung 281 paket, desa bopenga 103 paket, dan desa ulumanda 57 paket. (Hr)

News Feed