oleh

Diduga Salah Obat, Pasien Meninggal Dunia di RSUD Dr. Adjidarmo, Keluarga Bakal Bawa ke Jalur Hukum

LEBAK-Kasus persoalan salah satu pasien yang meninggal dunia di RS Umum Daerah Dr. Adjidarmo Rangkasbitung, diduga karena kelalaian seorang Dokter Malpraktek bernama Dr. Dina yang telah salah dalam memberikan obat jenis “Ceftriaxon” (antibiotik infeksi bakteri) ke pasien.

Hal ini menjadi sorotan dimata publik sehingga ramai dalam pemberitaan awak media online maupun media cetak pada waktu itu.

Seperti yang dikatakan sebelumnya oleh Budi selaku pihak Management Humas RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung saat diwawancarai media beliau menganggap hal ini adalah sebuah Resiko Pengobatan, kata Budi, Selasa (09/03/21).

Namun sangat miris meninggalnya pasien yang bernama Siti Sariah (52th) asal warga Kabupaten Lebak pada tanggal 28 Februari 2021, yakni diduga sampai saat ini belum ada kejelasan dalam bentuk pertanggungjawaban dari pihak Rumah Sakit tersebut atau bermusyawarah secara resmi.

Heru selaku anak korban mengatakan, “ya semenjak itu dari pihak rumah sakit datang ke rumah hanya untuk ngelayat tetapi bentuk pertanggungjawaban yang jelas atau bermusyawarah secara resmi belum ada sampai saat ini memasuki 40 hari almarhum ibu saya” kata Heru.

Sambung Heru, “padahal sudah jelas ibu saya meninggal karena kelalaian Dr. Dina. Sebelumnya ibu saya saat dirawat di RSUD Dr. Adjidarmo sudah ada keterangan diruang IGD yang tertulis kalau pasien atas nama Siti Sariah jangan diberikan obat jenis “Ceftriaxon” tetapi mengapa Dr. Dina tetap memberikan obat itu sehingga ibu saya kejang-kejang dan meninggal” sambungnya.

Heru juga menegaskan, untuk saat ini kami masih menunggu itikad baik dari pihak RSUD Dr. Adjidarmo atau Dr. Dina dalam persoalan meninggalnya ibu saya karena kelalaian seorang Dokter yang telah salah dalam memberikan obat, tegas Heru.

“Jika tidak ada itikad baik bentuk pertanggungjawabannya seperti apa, maka kami atas nama keluarga sudah berencana akan membawa persoalan ini ke jalur hukum yang berlaku” tegas Heru selaku anak korban Rabu (24/03/21).

Sementara itu saat awak media mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak untuk konfirmasi mengenai hal ini namun Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) masih belum bisa memberikan jawaban.

(Dra/tim)

News Feed