oleh

Pemuda Tani Indonesia Tolak Impor 1 Juta Ton Beras dan Desak Bentuk Badan Pangan Nasional

JAKARTA – Dalam rangka menyikapi persoalan pertanian nasional dan daerah, Pemuda Tani Indonesia melaksanakan kegiatan Dialog Tani Nasional dengan tema “Evaluasi Tata Kelola Pangan & Isu Strategis Pertanian” pada Jum’at 19 Maret 2021.

Kegiatan dibuka oleh Fary Francis sebagai Ketua umum Pemuda Tani Indonesia dengan pembicara Kunci G. Budisatrio Djiwandono Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang juga wakil ketua Umum HKTI dan dipandu oleh Suroyo Ketua Harian Pemuda Tani Indonesia.

Perwakilan Pimpinan daerah yang memaparkan persoalan pertanian didaerah adalah M. Fadly Abdina Ketua DPD Pemuda Tani Sumatra Utara, Darull Izza Al-Fatawi Ketua DPD Pemuda Tani Jawa Timur, Hendra Saputra Ketua DPD Pemuda Tani kalimantan selatan dan Cynthia I. Erkles Ketua DPD Pemuda Tani Sulawesi Utara.

Fary Francis menyatakan bahwa Pemuda Tani Indonesia menolak rencana Impor Beras 1 Juta Ton karena Petani sedang memasuki musim panen dan menurut data BPS serta Kementerian Pertanian bahwa potensi produksi beras pada Januari s/d April 2021 sebesar 14,54 juta ton dan konsumsi beras sebesar 9,72 juta ton sehingga surplus beras sebanyak 4,81 juta ton.

“Di sisi lain panen raya dibeberapa daerah mengalami penurunan Harga Gabah Kering Panen di tingkat petani hingga di bawah Harga pembelian Pemerintah (HPP) sehingga sangat perlu perhatian lebih dari pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga,” kata Fary.

Tegas Fary, Pemuda Tani Indonesia juga meminta Pemerintah segera membentuk Badan Pangan Nasional sesuai amanat UU No 18 tahun 2012 karena sudah 8 tahun pemerintah belum juga membentuk Badan Pangan Nasional yang diharapkan mampu membangun koordinasi, integrasi, dan sinergi lintas sektor serta bertanggung jawab langsung Kepada Presiden sehingga Indonesia tidak lagi Impor Pangan.

“Kami dari Pemuda Tani Indonesia akan terus mengawal pembentukan Badan ini,” tegas Fary.

(Usep_Red).

News Feed