oleh

Usut Pungutan Dana Ummat, Lsm Jangkar Apresiasi Kinerja Kejari Takalar

TAKALAR -Lembaga Swadaya Masyarakat (Lsm) Jaringan Penggiat Anti Korupsi dan Kriminal (Jangkar) apresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Takalar (Kejari).

Sebab, Kejari Takalar melalui Unit Intelijen mulai melakukan pemeriksaan marathon terhadap puluhan pengurus lembaga TPA/TPQ Takalar yang menerima dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun 2020 dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, ucap Ketua Lsm Jangkar Sulsel, Sahabuddin Alle, belum lama ini.

Selain apresiasi kinerja Kejari Takalar kami juga untuk bisa segera menuntaskan indikasi pemotongan bantuan dana BOP tersebut.

Dimana, kata dia, “Dana BOP memang sepenuhnya dikelola oleh TPA/TPQ, ada petunjuk teknis yang mengatur tentang penggunaanya dan jika terbukti terjadi pemotongan pada dana BOP tersebut itu sama saja mengkebiri hak ummat dan termasuk pelanggaran luar biasa, ini harus di usut hingga tuntas” ujar Sahabuddin Alle.

Kasiintel Kejari Takalar, Herdiawan Prayudi, mengatakan pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan data dan bahan keterangan tentang indikasi korupsi atau penyimpangan dalam pencairan BOP di masa pandemi Covid-19 tahun 2020,” kata Herdiawan Prayudi.

“Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang di gelontorkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) untuk Kegiatan TPA/TPQ di tiga Kecamatan yakni, Kecamatan Pattalassang 44 Penerima, kecamatan Sanrobone 28 penerima dan Kecamatan Galesong 30 penerima yang masing-masing penerima mendapatkan bantuan BOP sebesar Rp 10.000.000 Per TPA/TPQ. BOP sendiri dikucurkan Kemenag RI pada tahun 2020. Bantuan itu diberikan untuk menunjang pendidikan keagamaan TPA/TPQ di masa pandemi Covid-19,”

Namun pada pelaksanaannya diduga terjadi pungutan yang diduga dilakukan oleh oknum pengurus BKPRMI yang jumlahnya bervariasi antara Rp.1,5 juta sampai Rp.4 juta per TPA/TPQ.

(Muh, Rizal., SH)

News Feed