oleh

Dinkes Jeneponto Lakukan Pemetaan Analisis Situasi Program Stunting

JENEPONTO -Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan melakukan pemetaan analis situasi program Stunting aksi I Pemerintah Kabupaten Jeneponto di gedung As-Syifa Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Selasa kemarin (17/3/2021).

Kepala Dinas Kesehatan, Syusanty menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber Tim ahli dari Kemendagri yang telah hadir di butta Turatea Kabupaten Jeneponto dalam rangka membantu memerangi stanting yang ada di Kabupaten Jeneponto.

“Telah kita ketahui bersama bahwa stanting atau biasa disebut pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah 5 tahun yang diakibatkan kekurangan gizi kronis dan stimulasi fisikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan,” jelas Syusanty.

Menurutnya, prevalensi stunting dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa satu tim merupakan masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia terlebih di Kabupaten Jeneponto.

“Hasil riset kesehatan dasar menunjukkan 27,4 persen atau 9 juta Balita menderita stunting, artinya 3 hingga 4 diantara 10 balita di Indonesia menderita stunting,” terang Syusanty.

Lebih lanjut, Syusanty mengatakan, diketahui bahwa dari hasil pengukuran 20 Desa lokus berdasarkan hasil analisis data e-PPGBM Dinas Kesehatan Jeneponto tahun 2021 dengan status sangat pendek berada diangka 334 orang.

“Balita dengan status pendek berjumlah 795 orang, hingga total keseluruhan balita stunting 1.132 balita dari 5.103 (22.18 persen) total keseluruhan balita di 20 lokus Desa,” ungkapnya.

Syusanty menambahkan, tingginya prevalensi stunting saat ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan mendasar yaitu ketidaktahuan masyarakat terhadap faktor-faktor penyebab Santi dan pemberian pelayanan kesehatan yang belum sesuai standar baik di tingkat masyarakat maupun di fasilitas pelayanan kesehatan yang mendorong terjadinya stunting.

“Dari data tersebut perlu kita melakukan intervensi gizi secara terpadu dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting pengalaman global menunjukkan bahwa penyelenggaraan intervensi yang terpadu untuk menyasar kelompok prioritas di lokasi prioritas merupakan kunci keberhasilan perbedaan gizi dan tumbuh-tumbuhan anak serta pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto,” tutup Syusanty.

Pertemuan Pemetaan analis situasi program Stunting yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan, Syusanty A Mansur, dihadiri Kepala Badan Statistik Jeneponto, Kadis Sosial,Kadis PMD, Dinas Ketahanan Pangan, Disdikbud dan semua peserta yang hadir.

(Firmansyah)

News Feed