oleh

Proyek Siluman Muncul di Luwu, Diduga Dikerja Asal-Asalan Tanpa Papan Proyek

LUWU- Proyek pekerjaan jalan dan talud diduga dikerja asal-asalan tanpa ada papan proyek yang terletak di Desa Salo Buah, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu.

Diketahui proyek ini bersumber dari  Dana Alokasi Jhusus (DAK), yang di kucurkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Ironinya, belum selesai di kerja, sudah banyak yang ambruk. Karena kualitas materialnya antara pasir dan batu yang terpasang di pembangunan talud tersebut di duga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB), (08/03/2021).

Berdasarkan pantauan awak media ini, proyek tersebut tidak ada papan proyek yang terpasang di lokasi kegiatan pembangunan jalan dan talud, sehingga kami duga bahwa proyek itu, diduga proyek siluman yang muncul di Kabupaten luwu.

Selain itu, pengerjaannya juga dikerjakan asal jadi. Karena pada saat disentuh bangunan talud tersebut, itu terhambur campurannya, dan juga tidak mengacu pada undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008.

Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan pekerjaan talud yang melintang di depan rumahnya.

“Saya takutkan bila pembangunan talud ini roboh kalau datang hujan deras nanti, otomatis masuk semua di rumah saya timbunan jalan yang sudah di kerjakan, sebab saya melihat cara pemasangan pondasinya tidak di gali, mereka langsung saja melakukan pemasangan batu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Salo Buah, Mardin, pada saat di konfirmasi oleh awak media di tempat kediamannya, membenarkan.

“Iya memang pekerjaan talud tersebut tidak di gali melainkan langsung saja melakukan pemasangan batu kali yang di ambil dari sungai yang tidak berkualitas karena batu kali itu licin,” ucapnya.

“Padahal ada batu gunung yang ditawarkan oleh masyarakat disini dengan harga lima ratus ribu permobil, tapi dia bilang mahal, sedangkan kami disini membangun dengan anggaran Dana Desa (DD) menggunakan batu gunung itu, dengan harga yang sama, masa ini proyek besar dengan anggaran yang banyak dibilang mahal, bagai mana caranya, kesalnya Mardin.

Lebih lanjut dikatakan Mardin, begitu pula matrial pasir yang di pakai di pembangunan talud tersebut, itu pasir yang di ambil dari sungai yang ada disekitaran situ dan itu pasir yang tidak berkualitas karena pasir itu kasar. Jadi bangunan itu saya yakin, tidak akan lama dinikmati oleh masyarakat, makanya hasilnya terhambur juga dan tidak akan tahan lama, jelasnya.

Tempat yang berbeda, salah satu pekerja yang mengaku dirinya selaku pengawas di proyek tersebut yang akrap di sapah Baso, di temui oleh awak media di sekitaran proyek itu mengatakan bahwa, papan proyek sementara dibuat dan belum selesai di Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Makanya belum di pasang, karena target waktu yang diberikan sudah berjalan, hingga saya kerja proyek ini, soalnya saya takut di denda bilamana lewat dari target waktu yang diberikan, dan saya bekerja mulai dari bulan januari hingga saat ini, ujar Baso.

Kepala bidang inprastruk jalan, Usdin Skandar, yang di temui di kantor ruang kerjanya tepatnya kantor pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) mengatakan terkait dengan penggalian pembangunan talud di sana itu setahu saya itu digali, karena excavator yang sudah disiapkan di sana, tapi tidak tau kalau waktu saya ke makassar dia tidak gali lagi, sebab saya dari makassar, dan baru saya pulang ini, tandasnya.

“Kalau pemasangan papan proyek itu memang belum di pasang karena belum selesai, dan mungkin besok saya usahakan suruh pasang itu dan memang saya yang minta sendiri yang kerjakan. Karena saya takutkan kalau bukan saya yang buat takutnya asal jadi dan banyak kesalahan terkait penempatan tulisannya,” ungkap Usdin.

“Memang sudah pernah ada konsultan yang datang melapor terkait kualitas pasir disana dan memang benar kualitas pasir disana agak kasar. Saya akan turun langsung memantau pekerjaan tersebut dan kalau memang benar keadaan bangunannya tidak sesuai, saya akan suruh perbaiki kalau perlu kita suruh bongkar.” tutup Usdin Skandar.

(Amrianto)

Komentar

1 komentar

Komentar ditutup.

News Feed