oleh

Polres Pasangkayu Mengamankan Pemilik Cafe H2H Salukaili

PASANGKAYU – Kali pertama terjadi prakter perdagangan orang (Human Trafficking) di wilayah Hukum Polres Kabupaten Pasangkayu, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar), sebelumnya kedua tersangka mengajak korban untuk bekerja disalah satu warung kopi (Warkop).

Setelah tiba di Pasangkayu, ternyata korban diperkerjakan di Cafe H2H tempat hiburan malam yang menjual Minuman Keras (Miras), (Cafe H2H-red) terletak dilingkungan pantai Salukaili, Kecamatan Baras.

Saat press release, Wakapolres Pasangkayu, Ade Chandra menyampaikan, pelaku R (19) menjanjikan korban berinisial UK (16) dan temannya F (14) dengan iming – iming akan dipekerjakan di salah satu Warkop, tapi ternyata setelah tiba di pantai Salukaili, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, mereka berdua dijadikan pelayan Cafe H2H milik N (34) tahun.

“Pemilik Cafe H2H berinisial N, sebelumnya pernah menyuruh rekannya R untuk mencarikan orang untuk dipekerjakan sebagai pelayan tempat hiburan malam miliknya,”ucapnya, rabu 3 maret 2021.

Kasat Reskrim, Pandu Arief mengatakan, motif pelaku terhadap korban hanya pelayan sebagai penarik pengunjung Cafe H2H milik N, namun ternyata (Cafe-red) tersebut juga melakukan prostitusi perdagangan orang dibawa umur.

Korban tidak setujuh untuk bekerja sebagai pelayan Cafe dan hendak pulang, namun pelaku R meminta uang pembayaran yang telah diterima (korban-red) sebelumnya. Kedua pelaku prostitusi perdagangan orang ditangkap di pantai Salukaili, Kecamatan Baras.

“Adapun Barang Bukti (BB) berupa 2 unit Handphone (Hp) merek Vivo, 1 lembar struk transfer, uang tunai senilai Rp 373.000, sehingga kedua tersangka dikenakan pasal 2 ayat (1) dan (2), Pasal 83 Jo, Pasal 76F, Pasal 88 Jo dan Pasal 761 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,”jelasnya. (Roy Mustari)

News Feed