oleh

Gegara Beda Pilihan, Plt Kades Wantiworo Sempat Melarang Para Pegawai Sara untuk Melakukan Proses Penguburan Salah Satu Warga

MUNA-Kini Dunia sudah terbalik, hanya karena beda pilihan pada Pilkada tanggal 09 Desember, Plt Kepala Desa Wantiworo melarang para pegawai Sara Desa Wantiworo agar tidak melakukan proses pengukuburan. Pada dasarnya, jika ada warganya yang meninggal dunua, sejatinya sebagai Pemerintah Desa yakni Kades harus terdepan dengan memberikan amanah dan pesan yang baik kepada warganya. Akan tetapi, beda halnya dengan Plt Kades Wantiworo. Hal ini diungkapkan oleh satu warga Wantiworo yang tidak mau disebutkan namanya dengan inisial UD.

“Heran dan aneh saya rasa, hanya gara-gara beda pilihan, kok Plt Kades larang para pegawai Sara melakukan proses penguburan Almarhum. Bahkan Plt Kades ancam pecat para Pegawai Sara jika mereka melakukan itu,” ujar UD, Jum’at (27/11/2020).

Perlu diketahui, Almarhum meninggal pada Hari Kamis Sore, dan pernyataan Plt Kades tersebut membuat keluarga Almarhum dan masyarakat Wantiworo kecewa, karena meninggalnya Almarhum dikait-kaitkan dengan Pilkada. “Almarhum meninggal Dunia pada Hari Kamis Sore. Dan atas pernyataan Plt Kades warga dan keluarga Almarhum merasa kecewa. Kok, persoalan seperti ini Plt Kades kaitkan dengan politik, seharusnya sebagai pemimpin Desa dia harus memberikan pesan dan amanah yang baik, memberikan perhatikan khusus bagi keluarga Almarhum. Namun karena persoalan  kewajiban kita harus melakukan proses penguburan, Plt Kades mengizinkan para pegawai Sara untuk melakukan proses pemakaman. Akhirnya, Almarhum dikubur pada Jum’at sore menjelang malam. Tapi, lagi-lagi warga dan keluarga merasa kecewa atas pernyataan Plt Kades. Ya, saya kira walau kita beda pilihan warga Wantiworo tetap menjaga persaudaraan,” tuturnya.

Reporter: Sacriel

News Feed