oleh

Kejari Pasangkayu Sita 3,4 Ha Lahan Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan

 

PASANGKAYU – Setelah mengungkap kasus korupsi sewa alat excavator, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasangkayu melakukan penyitaan lahan aset yang diduga hasil korupsi mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasangkayu, berdasarkan hasil penyidikan dengan nomor 01/P.4.37/Fd.1/07/2019 sejak 12 Juli 2020.

Penyitaan sebidang tanah yang terletak di Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu dengan luas keseluruhan 3,4 Hektar (Ha) sekian, dan disaksikan langsung oleh Kasubsi Penatagunaan Tanah, Badan Pertahanan Nasional (BPN) Pasangkayu Ferry Ferbi Jumayadi, Kasubag BIN Luhut, Sekretaris Desa Ako Muh Dai dan sejumlah Masyarakat sekitar, selasa 24/11/2020.

Kajari Pasangkayu, Imam Sidabutar mengatakan, Kejari Pasangkayu telah melakukan penyitaan sebidang tanah, dalam hal ini aset mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasangkayu dan itu jelas didalam Sertifikat Hak Milik (SHM).

Dimana ada 4 titik lokasi penyitaan diantaranya di Dusun Missulu, selebihnya di Desa Ako dalam kota Pasangkayu, adapun sebidang tanah yang kami sita dengan luas 4.156 M2, 468 M2, 18.840 M2 dan 11.180 M2 semua itu atas nama Abbas.

“Luas lahan tanah keseluruhan 3,4 Ha sekian, diarea penyitaan kami memasang baliho pengumuman dan garis Kejaksaan Online, sebagai kekuasaan Kejaksaan Pasangkayu, ini dilakukan untuk pembuktian peniyidikan di persidangan Pengadilan nantinya,” ungkapnya.

Lanjut Imam, kami juga menyita seluas 104 meter lahan, diatas lokasi tersebut terdapat rumah seluas 36 meter persegi, itu sudah SHM atas nama Saddam, dimana letak lahan tersebut berada di Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan itu kami lakukan sejak tanggal 20 November 2020 lalu.

“Lahan kami sita dengan adanya dugaan terkait Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyelagunaan sewa alat Excavator Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasangkayu yang mengakibatkan adanya kerugian negara sekitar Rp 6,7 Millyar,” jelasnya.

Reporter : Roy Mustari

News Feed