oleh

Disoal Ormas LPI, Ini Kata Kades Sukaraja

LEBAK – Adanya beberapa informasi yang diterima Ormas Laskar Pasundan Indonesia (LPI) terkait permasalahan di Desa Sukaraja. LPI pun bermaksud mencari kebenaran dari informasi tersebut. Namun disayangkan pihaknya belum juga bisa menemui kepala desa tersebut.

Hal ini diungkapkan Rohmat Hidayat, Ketua LPI, “Kami menghubungi beliau pada sore hari (19/11), beliau siap besok untuk bertemu, namun saat waktu yang ditentukan beliau tidak ada ditempat, handphone nya pun tidak bisa dihubungi,” kata Rohmat Hidayat saat diwawancara, Jum’at, (20/11/2020).

Menurut pria yang kerap disapa Dongkol, banyak hal yang ingin disampaikan pihaknya kepada Kades terkait informasi yang diterima dari beberapa warga Desa Sukaraja.

“Adanya penerima program penerima PKH sekaligus menerima program BST, sehingga menjadi double, padahal masih banyak warga yang belum menerima bantuan, ada nenek umur 85 tahun tidak mendapatkan apa-apa,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjut Rahmat, program bansos pun diduga dibawa ke ranah politik.

“Beliau membawa bansos itu ke ranah politik,” tegasnya.

Ketua LPI mengaku, hingga 3 kali pihakna berupaya untuk menemuinya namun masih tetap belum juga bisa menemui orang nomor satu di Desa Sukaraja ini.

“Hari ini (22/11) pun sudah kami lakukan upaya menemui beliau, karena hari libur kami ke rumahnya, beliau tidak dapat ditemui, kita ingin meminta klarifikasi dan kita akan menanyakan terkait BST yang tumpang tindih penerimanya, untuk menanyakan informasi yang didapat dari warga itu agar tidak menjadi blunder, apa yang disampaikan warga ke kami, kami sikapi dengan baik dan kami ingin mencari data detile nya seperti apa,” tutupnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi di Kantor Desa, Lili Rosadi, Kepala Desa Sukaraja, membantah hal tersebut. Bahwasannya ia tidak bermaksud untuk tidak menemui pihak LPI, namun karena kesibukan akhirnya belum bisa menemuinya.

“Waktu hari Rabu mereka datang kesini, Saya lagi di Sukalaksana saya lagi bawa HP dan yang pertama saya temui, nah waktu yang keduanya lagi disini saya juga lagi keluar ada pemasangan KWH, pas jam 12.00 saya ke kantor desa, terus waktu itu saya ada kepentingan mau ngelayat ke rumah Jaro Mamun dan HP saya tidak bawa karena ngedrop, tadi malam saya nemui ke rumah ketua LPI, dan sudah diklarifikasi,” terang Lili saat ditemui di Kantor Desa Sukaraja, Senin, (23/11/2020).

Sang Kades pun membantah terkait tudingan bansos dibawa ke ranah politik pun dibantahnya, “Tidak ada bansos dibawa ke ranah politik,” bantah dia.

Tak hanya itu, adanya informasi terkait penerima bantuan yang double, ia mengaku awalnya tidak mengetahui jika ada penerima PKH kemudian mendapatkan bantuan lainnya.

“Tapi setelah tau lalu di ganti (dialihkan) kepada yang lebih berhak, melalui musyawarah di desa, jadi tidak ada penerima yang double. Intinya dari permasalahan ini ada mis komunikasi,” pungkasnya.

Reporter : Usep

News Feed