oleh

Ini Alasannya Aktivis Bone-Bantaeng ‘Tolak’ Proyek APBD Sulsel

BONE – Kesatuan aktivis Bone-Bantaeng nyatakan tolak kegiatan proyek APBD Provinsi Sulawesi Selatan yang berbau korupsi. Karena selama ini telah banyak di temukan dugaan kerugian negara.

Sebab, cenderung pekerjaan fisik sangat tak memadai sehingga menimbulkan dugaan dari para aktivis dan masyarakat bahwa indikasi kerugian negara terjadi dalam beberapa pengerjaan pembangunan proyek dari Provinsi.

Seperti yang disampaikan salah satu Aktivis Kabupaten Bone, Mukhawas Rasyid SH. MH, indikasi korupsinya itu terjadi karena dalam pengerjaan fisik diduga dikerja tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sehingga terkesan pengerjaannya asal-asalan.

“Banyak kami temukan dugaan kerugian negara pada pekerjaan fisik, bahkan ada kami temukan indikasi kerugian negara hingga mencapai 8 milyar rupiah lebih dalam satu item kegiatan,” Ungkap Mukhawas, Minggu (26/10).

Seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu menekan atau menghentikan segala tindakan penyalahgunaan anggaran agar menciptakan Good Governance dan Cleaner Governance.

Sehingga Pemerintah Provinsi tidak dianggap gagal dalam pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur.

“Maka itu, kami dari Aliansi Aktivis Bone – Bantaeng mengajak seluruh Aktivis dan masyarakat yang ada di Bone dan Bantaeng bergabung untuk melakukan pantauan dan klarifikasi di lapangan agar fungsi Sosial Control berjalan terhadap segala bentuk pembangunan yang bersumber dari APBD Provinsi agar tidak ada penyalahgunaan anggaran atau wewenang sebagaimana yang di amanahkan dalam Undang-undang,”

“Kami mengajak seluruh aktivis dan Masyarakat untuk ikut serta menjalankan Sosial control, agar penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan tidak melenceng dari apa yang di amanahkan Undang-undang” Ajak Mukhawas.

(Adinusaid)

News Feed