oleh

Ridwan dan Dokter Dukung Rusman- Jubir RaPi : Mereka Bersatu Pertahankan Oligarki Kekuasaaan Keluarganya, Ini Saatnya Kita Berjuang dan Melawan

MUNA-Juru Bicara Paslon RaPi, Wahidin Kusuma Putra mengatakan dukungan Ridwan dan Dokter untuk Rusman Emba bukanlah untuk kepentingan masyarakat Muna.

“Dukungan kedua mantan Bupati Muna pada Rusman Emba hanyalah untuk mempertahankan oligarki kekuasaan keluarga mereka. Sejak menjadi Bupati Muna Tahun 2000 silam, Ridwan Bae sudah merencanakan oligarki ini. Rusman sebagai ponakan dan Dokter Baharudin sebagai iparnya, sesungguhnya sudah dipersiapkannya sejak dulu untuk mempertahankan oligarki ini,” ujar Wahidin Kusuma Putra, Sabtu (17/10/2020).

Lanjutnya, tidak heran jika Pilkada Muna 2010 dan 2015  hanya menjadi ruang pertarungan dua kader internal kelurganya. Sehingga siapapun yang menang tidak menjadi masalah bagi Ridwan Bae sebab keduanya adalah kader internal keluarga. “Oligarki kekuasaan keluarganya tetap bertahan kokoh di Kabupaten Muna,” tambahnya.

Dikatakannya, Oligarki sering diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang kekuasaannya bertumpu pada sekelompok kecil masyarakat. Pengaruhnya sangat besar dalam menciptakan ketimpangan dan menjadi penghambat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi masyarakat.

“20 Tahun, Oligarki Kekuasaan keluarga mereka bertumbuh di Muna. Saya rasa masyarakat bisa menilai sendiri. Tidak ada kemajuan di daerah ini yang siginifikan. Peningkatan ekonomi dan regenerasi kader politik potensial hanya terjadi di lingkaran kecil keluarga mereka. Hal ini tentu sudah menjadi catatan khusus masyarakat Muna. Betapa buruknya kondisi Kabupaten Muna saat ini dan oligarki kekuasaan kelurga Ridwan selama dua dekade ini sama sekali tak mampu dan tak akan pernah nampu membawa perubahan bagi daerah dan perbaikan ekonomi seluruh masyarakat Muna,” jelasnya.

Mantan Ketua DPD Pospera Sulawesi Tenggara ini menegaskan. Hadirnya Rajiun dalam kontestasi Pilkada Muna Tahun 2020 ini memunculkan kekhawatiran besar bagi kelompok Oligarki Ridwan Bae. “Mereka tidak menyangka Rajiun akan mendapatkan dukungan Parpol dengan 16 Kursi hingga menghasilkan pertarungan Head to Head. Jika Rajiun menang, maka oligarki keluarga mereka akan terputus. Begitu sulit mempertahankan ini selama 20 Tahun, sehingga suka tidak suka Ridwan Bae dan Dokter harus bersatu untuk menyelamatkan oligarki kekuasaan itu. Mereka (Ridwan dan Dokter) sangat serius mempertahankan oligarki ini,” tuturnya.

Sambumgnya, di lapangan kita menemukan para pendukung Rusman mempolitisasi berbagai program aspirasi Ridwan Bae. “Contohnya, Calon Penerima bantuan bedah Rumah mulai ditekan dan diancam untuk tidak diberi bantuan jika tidak mendukung Rusman. Penerima Bantuan PKH juga diancam akan dikeluarkan jika tidak memilih Rusman. Padahal, aspirasi itu memang tugas dan kewajiban Ridwan Bae. Dia dipilih oleh rakyat untuk menjadi Anggota DPR RI. Sudah sewajarnya jika dia memperjuangan kepentingan masyarakat konstituennya. Dia sudah dipilih saat Pileg lalu, mestinya tidak usah lagi memaksa masyarakat untuk memilih ponakannya di Pilkada Muna,” terangnya.

Terkait utang janji Politik Rusman Emba 5 Tahun, Wadihin menegaskan agar Rusman harus membayar dan menepatinya dan Ridwan sebagai Anggota DPR RI untuk fokus menepati dan membayar janji politiknya saat Pileg lalu.

“Berikanlah keadilan pada masyarakat. Pak Ridwan sudah dipilih saatnya dia membayar janji dan komitmennya. Jangan dibuat seolah masyarakatlah yang berhutang jasa karena sudah diberi bantuan melalui program aspirasinya. Kemudian memaksa masyarakat untuk membalas jasa dengan memilih ponakannya di Pilkada Muna. Praktek – praktek seperti ini kan pembodohan namanya. Sampai kapan masyarakat Muna mau dibodohi terus seperti ini. Dan janji politik Rusman sebagai Bupati tidak bisa dibayar oleh “om”nya yang anggota DPR RI. Inilah buruknya praktek oligarki yang mereka bangun dimana kekuasaan hanya berpusat pada sekelompok keluarga mereka,” ucapnya.

Wahidin mengungkapkan munculnya Rajiun Tumada mengubah situasi Pilkada Muna. Berbeda dengan 5 dan 10 Tahun lalu, dimana pertarungan Pilkada Muna hanya diisi oleh calon dari internal keluarga Ridwan Bae.

“Ini adalah peluang besar kita Rakyat Muna untuk meruntuhkan oligarki kekuasaan yang dibangun oleh Ridwan Bae selama 20 Tahun ini. Laode M Rajiun Tumada adalah simbol perjuangan yang diusung oleh mayoritas masyarakat Muna dalam meruntuhkan praktek buruk oligarki kekuasaan Ridwan di Kabupaten Muna,” tutupnya.

Reporter: Sacriel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed