oleh

Pembangunan Drainase di Seppang-Bulukumba Disoroti Warga

BULUKUMBA – Proyek pengerjaan drainase air senilai Rp 94.860.000,- di dusun Mattirowalie, Desa Seppang, Kec. Ujung Loe, Kab. Bulukumba dikeluhkan warga setempat. Drainase tersebut dikerjakan di kisaran waktu akhir september hingga awal oktober 2020.

Proyek pengerjaan yang ditender oleh CV. Asilindo Konstruksi tidak memenuhi kualitas fisik bangunan. Proses pengerjaan yang mestinya dilaksanakan selama 90 hari, hanya dikerjakan di kisaran waktu sekitar 14 hari.

Salah seorang warga setempat memperlihatkan kondisi drainase yang rapuh

Menurut keterangan warga, “pengerjaan ini terkesan terburu-buru dari waktu yang ditentukan sehingga hasilnya tidak berkualitas. Dari hasil pemantauan ditemukan drainase yang sudah hancur. Terlihat lantai dasar drainase tidak diberi bebatuan hanya diberi campuran pasir tanpa kerikil padahal pengerjaan baru usai dilakukan, ujar Arman (warga setempat).

Lanjutnya, ia menyoroti bahwa proyek ini tidak melibatkan warga setempat sebagai pekerja. Seharusnya setiap proyek di desa dilibatkan warga setempat dan diinformasikan sebelum memulai proses pengerjaan.

Tim pelaksana kegiatan dari dinas terkait, Hj. Suryani saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa sampai saat ini belum mengetahui permasalahan ini. Menurutnya belum dilakukan penyerahan hasil pengerjaan dari cv. Asilindo Konstruksi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed