oleh

Itti Jayabaya Bentuk Tim Investigasi Usut Kasus Penggerebekan Inisial U

LEBAK–Beberapa hari terakhir ini masyarakat Lebak khususnya dihebohkan dengan pemberitaan mengenai inisial U Plt Ketua Dprd  Lebak yang diduga melakukan mesum di rumah seorang janda
berinisial B dan digerebek masyarakat di perumahan di Rangkasbitung, Lebak jum’at (2/10) Malam.

Kehebohan yang terjadi memicu masyarakat dan kalangan Aktivis mendesak untuk pihak terkait agar UM dilengserkan dari jabatannya karena dinilai telah mencederai marwah dan kehormatan lembaga DPRD Lebak.

Merespon terkait berita yang heboh serta mencoreng nama baik Partai Demokrat, Itti Jayabaya Ketua DPD Partai Demokrat Banten segera membentuk tim investigasi untuk mendapat data yang akurat nantinya akan dijadikan landasan bagi Demokrat untuk mengambil keputusan atau tindakan terhadap kadernya.

Diketuai langsung oleh Sekjen Demokrat Banten Eko Susilo, mengungkap bahwa tidak ada bukti serta tidak ada pihak yang dapat membuktikan bahwa UM telah berbuat mesum dan digerebek oleh warga serta mengungkap kejanggalan dugaan adanya skenario dibalik hebohnya pemberitaan terkait penggerebekan UM kader Demokrat tersebut , dan dari giat sidik tim investigasi juga mengklaim telah mendapatkan bukti-bukti kuat yang dapat dipertanggung jawabkan bahwa UM sengaja dijebak.

Pengarah tim investigasi Demokrat Banten, M Nawa Said mengungkapkan, dari hasil investigasi selama beberapa hari, diperoleh data dan informasi bahwa tidak ada penggerebekan yang dilakukan oleh warga terhadap U di rumah B. Melainkan yang terjadi di rumah B adalah keributan antara U dengan seorang laki-laki berinisial A.

Diketahui, A adalah adik dari mantan suami sang janda (B), H. “Benar memang U bertamu ke rumah B di (perumahan) Royal Garden pada Jumat malam (2/10) sekitar jam 19.30 WIB setelah sebelumnya dihubungi oleh B.

Berdasarkan pengakuan U, dia baru pertama kalinya bertamu ke rumah B. Saat M bertamu, di rumah B ada dua orang lainnya berjenis kelamin perempuan. Hingga saat ini tidak ditemukan bukti bahwa M berbuat mesum dan digerebek warga,” kata Nawa saat menggelar konferensi pers di Kantor Demokrat Banten, di Kota Serang, Kamis 8/10/2020 malam.

Dijelaskan Nawa, keributan U dan A itu bermula pada saat U sedang buang air kecil di kamar mandi yang ada di kamar pribadi B. Baru beberapa saat di dalam, tiba-tiba pintu kamar mandi digedor dari luar oleh seseorang yang belakangan diketahui berinisial A (adik dari mantan suami B).

Saat U membuka pintu kamar mandi, A tampak marah dan berusaha memukul U dan U berupaya menghindar. Namun AB berhasil meraih leher U, akibatnya dua kancing baju U copot. Saat itu, kata Nawa.

A mendesak kepada U agar menikahi B.
“Saat keributan itu terjadi, warga setempat berdatangan ke rumah B seperti yang terlihat pada video yang beredar.

Berdasarkan hasil penelusuran, video itu disebar oleh A ke grup keluarga, dari grup keluarga disebar oleh U yang juga masih keluarga H (mantan suami B) hingga beredar di media sosial,” terang Wakil Ketua DPRD Banten itu.

“Karena merasa tidak bersalah, pada malam itu (Jumat malam) U menolak menikahi B. Namun karena diancam akan dioncog ramai-ramai ke gedung DPRD, akhirnya pada lusanya (Minggu dinihari) U menikahi B. Jadi U menikahi B itu demi untuk menjaga nama baik DPRD dan Partai,” imbuhnya.

Atas persoalan ini, lanjut Nawa, tim investigasi merekomendasikan kepada DPD Demokrat Banten dan U agar segera menempuh jalur hukum. Karena, selain melihat ada skenario dan motif lain yang menyebabkan peristiwa ini menjadi heboh, tim juga menemukan bukti adanya pihak dari internal (anggota) DPRD Lebak yang sengaja mendorong agar kasus ini menjadi heboh di media. Temuan itu menurutnya harus dapat diusut tuntas.

Selain itu, kata Nawa, pihaknya juga akan melakukan somasi terhadap media-media yang dinilainya telah membuat pemberitaan dengan judul dan narasi yang jauh dari fakta sehingga dianggapnya telah merugikan terhadap pribadi U, lembaga DPRD dan Partai Demokrat.

“Kita tidak ingin pelaporan ini dilakukan di Polres Lebak atau Polda Banten, tetapi akan langsung ke Bareskrim. Hal ini dilakukan selain untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, juga untuk mengembalikan nama baik U, keluarganya, lembaga DPRD dan partai politik,” Pungkasnya saat Press conference di Kantor DPD Partai Demokrat Banten, serang kamis(8/10/20).

(Bagindo Yakub)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed