oleh

Spirit Pemuda Dalam Revolusi Desa

OPINI-Ungkapan revolusi memiliki arti penting sejak dibangunnya sebuah opini dan pernyataan sikap Bung Karno dalam pidatonya pada tahun 1966 bertempat di Rumah Kediaman beliau.

Pada saat itu Bung Karno menyampaikan pesan kepada kader GMNL, bahwasanya revolusi itu bukan sebuah perubahan secara cepat, namun ia menerjemahkan revolusi sebagai sebuah usaha untuk menjebol dan membangun. Saat itu Beliau menegaskan dua tugas utama dari mahasiswa dalam melanjutkan revolusi kemerdekaan, dimana tugas itu ialah menjadi pelopor dalam setiap bidang dan membina kehidupan bangsa.

Terkait hakekat revolusi, Menjebol memiliki artian atas tindakan untuk membongkar sekaligus menghancurkan suatu bentuk karena tidak memiliki nilai guna. Sedangkan membangun merupakan sebuah upaya untuk mengubah ke arah yang lebih baik.

Pemuda sebagai tolak ukur dalam kemajuan suatu bangsa, sebagaimana telah dikatakan oleh Bung Karno “berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”. Kehadiran orang muda dalam meningkatkan pembangunan menurut bung karno sangatlah penting, karena pemuda memiliki semangat yang kuat dalam mengubah sistem serta mendorong proses pembangunan ke arah yang lebih baik.

Revolusi desa merupakan sebuah perubahan yang berlangsung secara terus menerus dalam menciptakan kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini Desa dikatakan maju, kecamatan maju, maka Indonesia pun dikatakan maju. Sehingga revolusi desa yang dimaksudkan disini ialah bagaimana upaya desa untuk terus membongkar sekaligus membangun secara mandiri dalam mencapai tujuan bersama.

Dalam kaitanya dengan desa sebagai daerah otonom, sebagaimana dapat dijelaskan pembangunan desa merupakan upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat desa. Tujuan dari pembangunan desa ini juga tentunya ialah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pemuda turut berpartisipasi dalam mendukung terciptanya kesejahtraan masyarakat desa.

Eksistensi pemuda sebagai kader pembangunan desa merupakan sebuah posisi strategis dalam menunjang kualitas pembangunan desa. Karena pada hakikatnya pemuda merupakan kelompok potensial yang dengan segala kelebihan memiliki daya kreatif dan idealisme tinggi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat desa.
Pemuda sebagai agen of change harus tampil pada garda terdepan untuk membongkar gerbang perubahan di desa.

Persiapan secara dini dari para pemuda desa merupakan hal yang sangat urgen dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan pemerintahan desa.

Setidaknya Pemuda jangan dulu bermimpi untuk menjadi pemimpin hebat di skala nasional, tapi mulailah bermimpi untuk menjadi pemimpin hebat di skala lokal. Ibaratnya dalam ilmu matematika geometri, sebuah titik ketika dihubungkan akan menjadi garis. Garis-garis yang dihubungkan antara satu sama lainnya akan menjadi bidang, bidang yang dihubungkan akan menjadi ruang. Ruang yang besar tentu dihasilakan oleh kumpulan titik yang memiliki pola interaksi tertentu. Belajar dari hal kecil sehingga kita memperoleh banyak manfaat. Salah satunya ialah kita belajar bagaimana berproses dalam melahirkan sesuatu yang besar melalui rangkaian proses kecil yang menuntun kita secara perlahan menuju sesuatu yang lebih besar.

Timbulnya spririt pemuda dalam berdesa menjadi kekuatan yang besar dalam mendongkrak mutu pembangunan, sebab kekuatan yang paling besar hanyalah ada di anak muda.

Sebagai anak muda desa yang memiliki rasa prihatin terhadap pembangunan di desanya, perlu membingkai keseluruhan proses pembangunan desa, menguasai otonomi desa serta selalu beradaptasi terhadap lahirnya ketentuan baru mengenai isu pembangunan di desa.

Melihat keterpurukan desa dari kacamata akademis, secara potensial masih mengalami kendala yang cukup besar dalam memanfaatkan potensi desa guna mendorong mutu kehidupan di desa. Artinya bahwa pemimpin desa dituntut untuk mampu mengelola potensi yang ada guna memberikan sebuah perubahan bagi masyarakat. Sehingga konsekuensinya ialah pemimpin desa perlu memiliki cara pandang yang jauh kedepan, kemana desa itu akan dibawah, agar dapat berkarya, tetap eksis, inovatif, kreatif, serta mampu menghasilkan produk yang berisikan tentang cita dan citra yang ingin diwujudnyatakan.

Melihat paradigma pembangunan nasional saat ini, desa tidak lagi diletakan pada halaman terbelakang, namun desa sudah diletakan pada halaman yang paling depan dalam pembangunan nasional. Semua titik fokusnya akan bermuara ke desa menjadi isu pembangunan kontenporer. Sejalan dengan itu, spirit revolusi menurut Bung Karno sejatinya ingin agar pemuda desa di Indonesia pada akhir ini kembali ke desa dan mulailah menciptakan perubahan yang baru dari desa.

Penulis: Serlianti ( Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)

News Feed