oleh

Prof. Aminuddin Salle, SH. MH. Sesalkan Adanya Hak Interpelasi di Kabupaten Takalar

TAKALAR – Saya sangat sedih dan menyesalkan adanya kegaduhan politik di Kabupaten Takalar, Kampung Halamanku.

Demikian dikatakan Prof. Aminuddin Salle, SH. MH., Jum’at, (02/10/2020).

Dikatakannya, ia sudah menganalisis latar belakangnya berdasarkan info berbagai kalangan, sebetulnya hanya karena hal seperti ini: miskomunikasi. Semuanya dapat diselesaikan secara bijak andai saja semuanya memiliki jiwa besar.

“Jiwa besar ini sesungguhnya telah diajarkan leluhur kita secara turun temurun. Sayang karena ada diantara kita yang kemungkinan menganggap ajaran leluhur itu kuno, kemungkinan karena luput dari pengetahuan bahwa orang barat sana justeru berguru pada ajaran itu sebagai sesuatu yang modern,” terangnya.

Menurutnya, Hak interpelasi DPR Takalar yang kemungkinan diikuti hak lainnya, tentu saja sah saja sepanjang memang keadaannya sudah begitu parah. Namun seyogyanya terjadi komunikasi politik yang bijak mendahuluinya. Seyogyanya didahului dengan upaya siapakatu, sipakalabbiri’ dan seterusnya, berlandaskan hukum tertinggi: siri’.

“Saya tak begitu berminat mengomentari media yang mengungkap latar belakang pengajuan hak interpelasi dengan alasan diantaranya pengelolaan APBD dan penundaan pilkades. Juga konon, telah beredar draft persetujuan hak angket telah dibuat sebelum diadakan rapat paripurna Hak Interpelasi. Sekali lagi selesaikanlah itu semua secara bijak sehingga harkat & martabat kita sebagai Tu Takalara’ tetap menegakkan Siri’. Siri’ kita semua,” jelasnya.

Prof. Aminuddin Salle Karaeng Toto yang juga Ketua Dewan Pakar Majelis Pemangku Adat Nusantara & Ketua Dewan Pakar Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara berharap semua elit eksekutif maupun legislatif untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Luhur Appaka Sulapa’ sebagai dasar untuk menjadi pemimpin, baik yang diajarkan leluhur kita, juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Reporter : Suherman

News Feed