oleh

Pekerjaan Normalisasi dan Pengerukan Limbah Pasir Muara Air Kantung Bangka Sarat Kejanggalan

PANGKALPINANG-Pekerjaan Normalisasi dan Pengerukan Limbah Pasir Muara Air Kantung Kabupaten Bangka yang dikerjakan oleh PT. Seputih Makmur Sejahtera (SMB) sarat kejanggalan.

Perusahaan yang didirikan dengan akte tanggal 9 Juli 2020 ini masih belum mengantongi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Pasalnya BLH Babel melalui Sekretaris BLH, Dora Wardani memastikan pihaknya baru menerima pengajuan permohonan penyusunan Amdal dari PT. SMB pada Senin (28/9/20) lalu.

Ironisnya, perusahaan yang dipimpin oleh Alie Cendrawan tersebut sudah beroperasi hanya dengan mengantongi SK Persetujuan Ijin Pekerjaan Normalisasi dan pengerukan Limbah Pasir dari Gubernur Babel, yang ditandatangai langsung oleh Gubernur Erzaldi Rosman tanggal 20 Agustus 2020.

Hebatnya Pasir hasil pengerukan yang dilakukan perusahaan PT. SMB ini sudah merapat di Jeti MCA Bojo Cilegon Banten.

Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Provinsi Babel Dora Wardani kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (28/9/20) lalu, mengaku bahwa pihaknya baru menerima berkas pengajuan dokumen kerangka acuan Amdal PT. SMB beberapa jam sebelum berjupa wartawan pada Senin siang tersebut.

“Amdal PT. SMB masih dalam proses pengajuan dokumen kerangka acuan. Dan itu baru kita terima hari ini,” jelas Dora kepada wartawan.

Terkait perijinan-perijinan termasuk Amdal yang seharusnya dikantongi oleh PT. SMB, pihak merusahaan melalui bidang humas nya Deni Wijaya mengatakan. Bahwa Persetujuan Gubernur Babel yang yang mereka kantongi sudah mengacu kepada undang-undang.

“Jadi gini pak, dalam undang-undang itu kan jelas pak, bapak kan sudah tahu lah, tadi sudah jawab belum mengantongi IUP, Amdal. Kan larinya tetap ke Amdal kan begitu. Itu artinya kita kalau sudah mengantongi dari ijin gubernur dan itu sudah merujuk dari undang-undang pak, begitu,” dalih Deni saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon.

Berita terkait PT. SMB ini sendiri terus mencuat sejak awal pekan lalu hingga Kamis (1/10/20) ini. Namun humas PT. SMB, Deni Wijaya tidak lagi menjawab sambungan telepon untuk konfirmasi.

Sebelumnya diberitakan, diduga hanya dengan mengantongi surat sakti dari Gubernur, PT. SMB nekad memboyong 3.784 kubik pasir hasil pengerukan atau galian alur muara Air Kantung Sungailiat Bangka. Kegiatan PT. Seputih Makmur Bersama juga diduga melakukan kejahatan lingkungan pasalnya perusahaan pertambangan yang berdomisili di kelurahan Selindung Pangkalpinang ini dipastikan belum mengantongi ijin Amdal.

Tak hanya itu Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Khusus penjualan pun dipastikan belum dimiliki oleh PT. SMB sebagai dasar melakukan pekerjaan penjualannya.

Pasalnya sejak Juni 2020 lalu, pihak Distamben Babel tidak mengeluarkan ijin pertambangan apapun baik logam maupun non logam. PT. SMB juga diduga membungkus kegiatan penambangan pasir tersebut dengan modus pekerjaan normalisasi dan pengerukan Muara Air Kantung Sungailiat.

(red)

News Feed